SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Bro, siapa bilang sepak bola cuma soal gol, trofi, dan adu gengsi di lapangan? Kali ini, sejumlah klub sepak bola Eropa ikut menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia yang berdampak pada masyarakat, terutama di Kalimantan dan Sumatra.
Manchester United, Borussia Dortmund, Leeds United, LOSC Lille, hingga sejumlah klub Eropa lainnya ramai-ramai menyampaikan pesan solidaritas melalui media sosial. Mereka menunjukkan kepedulian terhadap warga yang terdampak kebakaran dan kabut asap.
Salah satu pesan yang mencuri perhatian datang dari Borussia Dortmund. Klub asal Jerman itu menyuarakan pesan tegas: “Stop Karhutla. Protect The Earth.”
Pesannya simpel, tetapi maknanya jelas: hutan bukan tempat buat kobaran api. Bumi ini bukan cuma milik generasi sekarang, tetapi juga harus dijaga untuk anak cucu nanti.
Manchester United juga menyampaikan dukungan untuk Indonesia. Sementara itu, Leeds United dan LOSC Lille turut mengungkapkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran di Kalimantan dan Sumatra.
Nama Lille ikut menjadi sorotan penggemar sepak bola Indonesia karena klub Prancis tersebut diperkuat pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk. Adapun Sassuolo, klub yang diperkuat Jay Idzes, juga masuk dalam pemberitaan mengenai dukungan klub-klub Eropa terhadap Indonesia.
Kehadiran pesan-pesan tersebut menunjukkan bahwa persoalan karhutla bukan sekadar urusan daerah yang terdampak. Kebakaran hutan dan kabut asap juga menjadi perhatian publik di luar negeri.
Sepak Bola Boleh Membara, Hutan Jangan Ikut Terbakar!
Buat penggemar bola, dukungan klub kesayangan tentu terasa spesial. Namun, di balik unggahan dan slogan solidaritas itu, ada persoalan nyata yang tidak boleh dilupakan: masyarakat membutuhkan udara bersih, lingkungan yang sehat, serta penanganan kebakaran yang serius.
Sebab, saat hutan terbakar, dampaknya bukan cuma pohon yang hangus. Warga bisa terganggu aktivitasnya, kesehatan terancam akibat asap, dan lingkungan ikut menanggung kerusakan.
Pesan dari klub-klub Eropa ini bisa menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan urusan satu kelompok atau satu negara saja. Semua pihak punya peran, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, hingga siapa pun yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Dukungan di media sosial memang bukan pengganti pemadaman di lapangan. Tetapi, jika perhatian publik bisa mendorong kesadaran dan tindakan nyata, pesan solidaritas itu punya arti lebih besar.
Sepak bola menyatukan suporter lintas negara. Kini, kepedulian terhadap bumi juga perlu menyatukan semua orang. Stop karhutla, lindungi hutan Indonesia!
(Agus Marwan)
























