SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengingatkan agar kepengurusan baru yang terpilih benar-benar mampu menjadi motor penggerak organisasi. Ia menegaskan, NU tidak boleh melahirkan “pengurus yang mau diurus”, melainkan pemimpin yang memiliki gagasan, integritas, serta kemampuan mengeksekusi program demi kemaslahatan warga Nahdliyin.
Menurut Idrus, besarnya jumlah warga NU yang tersebar di berbagai sektor, termasuk di dunia politik, merupakan potensi besar yang harus dikelola melalui kepengurusan yang solid, visioner, dan mampu menggerakkan seluruh elemen organisasi.
Karena itu, ia berharap Muktamar NU ke-35 dapat melahirkan pengurus yang tidak hanya menjadi simbol organisasi, tetapi juga berperan sebagai inspirator, inisiator, motivator, sekaligus eksekutor berbagai program strategis.
“Jangan sampai pengurus mau diurus. Pengurus harus mampu menggerakkan kader-kader NU yang ada di mana-mana agar semakin kuat perannya dalam menyelesaikan persoalan rakyat dan mendukung pembangunan,” kata Idrus usai menghadiri Sarasehan Nasional NU dan Kesejahteraan Sosial di Jakarta, Jumat.
Idrus juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antara NU dan pemerintah melalui penguatan gagasan serta program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, warga NU harus mengambil peran aktif dalam berbagai program pemberdayaan, mulai dari pengembangan koperasi, UMKM, hingga pembangunan desa.
“Dengan begitu, besarnya jumlah warga NU tidak hanya menjadi kekuatan secara kuantitatif, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan nasional,” ujarnya.
(Anton)

























