SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama jajaran pimpinan MPR RI berziarah ke makam Wakil Presiden pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta (Bung Hatta) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Sidang Tahunan MPR serta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ahmad Muzani hadir didampingi Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Lestari Moerdijat, Rusdi Kirana, serta Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat Anton Sukartono Suratto. Kedatangan rombongan disambut keluarga besar Bung Hatta, di antaranya Meutia Farida Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, dan Halida Nuriah Hatta.
Setelah tiba di lokasi, rombongan mengikuti prosesi tabur bunga dan doa bersama di makam Bung Hatta sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Ahmad Muzani mengatakan ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan MPR kepada para pendiri bangsa yang telah meletakkan dasar-dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Alhamdulillahirabbilalamin, pada sore hari ini pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia bisa berziarah ke makam proklamator kita, Doktor Mohammad Hatta. Setelah sebelumnya kami berziarah ke makam Bung Karno di Blitar, hari ini kami berziarah ke makam Bung Hatta,” kata Muzani.
Ia menilai Bung Hatta memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan sejarah Indonesia. Selain sebagai proklamator kemerdekaan bersama Soekarno, Bung Hatta juga berperan dalam perjuangan diplomasi yang menghasilkan pengakuan kedaulatan Indonesia melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) pada 1949.
Menurut Muzani, pemikiran Bung Hatta di bidang ekonomi juga masih menjadi fondasi pembangunan nasional hingga saat ini. Ia menyebut konsep ekonomi berasaskan kekeluargaan yang tertuang dalam Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan warisan penting dari Bung Hatta.
“Beliaulah yang merancang perekonomian berdasarkan asas kekeluargaan yang kemudian diwujudkan melalui koperasi, sehingga beliau dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Pemikiran beliau hingga kini masih sangat relevan,” ujarnya.
Muzani menegaskan, ziarah kebangsaan akan menjadi tradisi yang terus dilakukan MPR sebagai bentuk penghormatan kepada para pendiri bangsa sekaligus mengingatkan generasi penerus terhadap nilai-nilai perjuangan para pahlawan.
“Semangat, gelora, dan cita-cita Bung Hatta tentang Indonesia masa depan akan terus kami pegang. Mudah-mudahan ziarah ini menjadi bagian dari upaya menghormati pemikiran para pendahulu bangsa demi masa depan Indonesia,” katanya.
Sebelumnya, jajaran pimpinan MPR RI juga telah melakukan ziarah ke makam Presiden pertama RI Soekarno di Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (4/8/2026). Ziarah ke makam para tokoh bangsa menjadi rangkaian kegiatan menjelang Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026, sekaligus menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sementara itu, putri sulung Bung Hatta, Meutia Farida Hatta, menyampaikan apresiasi atas kunjungan pimpinan MPR. Menurutnya, kehadiran pimpinan MPR menjelang peringatan Hari Kemerdekaan menjadi bentuk penghormatan yang sangat berarti bagi keluarga besar Bung Hatta.
“Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih. Ini baru pertama kalinya menjelang 17 Agustus kami menerima kunjungan pimpinan MPR di makam ayahanda. Ini sungguh sangat mengesankan bagi kami,” ujar Meutia.
(Yulianto)

























