SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Lionel Messi memang belum berhenti bikin sejarah. Kali ini bukan soal gol, assist, atau trofi. Bintang Argentina itu bakal mendapat gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Buenos Aires (UBA), salah satu universitas terbesar di Argentina.
Keputusan tersebut disetujui secara bulat oleh Dewan Tinggi UBA pada 30 September 2026. Gelar ini merupakan salah satu bentuk penghargaan tertinggi yang diberikan UBA kepada seseorang atas kontribusi dan pencapaiannya.
Menariknya, gelar kehormatan tersebut akan diserahkan pada Selasa, 6 Oktober 2026, tepat pada hari yang juga dipersiapkan sebagai momen perpisahan Messi bersama Timnas Argentina.
Messi dijadwalkan tampil bersama Argentina menghadapi Benin di Estadio Monumental, Buenos Aires.
Jadi, sebelum turun ke lapangan untuk kemungkinan laga perpisahannya bersama Albiceleste, Messi lebih dulu bakal menyandang gelar kehormatan dari dunia akademik.
Bukan berarti Messi harus kembali duduk di bangku kuliah dan mengejar skripsi, tesis, sampai sidang doktoral. Doctor Honoris Causa merupakan gelar kehormatan yang diberikan universitas sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian atau kontribusi seseorang.
UBA menjelaskan, penghargaan untuk Messi tidak semata-mata didasarkan pada sederet trofi yang sudah dikoleksinya.
Universitas tersebut menyoroti perjalanan Messi sebagai sosok yang dianggap merepresentasikan keunggulan, ketekunan, kerendahan hati, perilaku etis, serta kontribusinya dalam membawa nama Argentina ke panggung dunia.
Rektor UBA Ricardo Gelpi mengatakan penghargaan itu melihat Messi lebih luas daripada sekadar seorang pemain sepak bola.
Sementara itu, Wakil Rektor UBA Emiliano Yacobitti menilai perjalanan Messi bersama Timnas Argentina telah menjadi bagian penting dari identitas dan kebanggaan nasional Argentina.
Prestasi Messi bersama Albiceleste memang tidak main-main.
Ia menjadi bagian dari tim Argentina yang memenangkan Copa América 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa América 2024.
Kini, momen penghormatan tersebut datang bersamaan dengan persiapan laga perpisahan Messi bersama Argentina.
Pertandingan melawan Benin pada 6 Oktober di Monumental dipersiapkan sebagai penampilan terakhir Messi bersama tim nasional setelah perjalanan panjangnya membela Albiceleste.
Messi sebelumnya sempat menyatakan pensiun dari tim nasional setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Namun, pelatih Argentina Lionel Scaloni berupaya meyakinkannya untuk tampil sekali lagi di hadapan publik Argentina.
Messi kemudian masuk dalam skuad untuk menghadapi Benin.
Laga itu diperkirakan menjadi penampilan ke-208 Messi bersama Timnas Argentina. Ia juga tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Argentina.
Kalau semuanya berjalan sesuai rencana, 6 Oktober bakal menjadi hari yang cukup unik bagi Messi.
Pagi atau siang hari, namanya mendapat penghormatan dari dunia akademik. Setelah itu, ia bersiap mengenakan jersey Argentina dan turun ke lapangan dalam laga yang dipersiapkan sebagai salam perpisahan.
Dari lapangan hijau menuju dunia akademik.
Dari kapten Argentina menjadi “Dr. Messi”.
Dan yang pasti, gelar Doctor Honoris Causa ini bukan berarti Messi berubah profesi menjadi dosen. Ia tetap Lionel Messi, sang pesepak bola yang perjalanan kariernya kini mendapat penghormatan dari salah satu institusi pendidikan paling bergengsi di Argentina.
(Agung Suhartono)
























