SUARAINDONEWS.COM, MAKASSAR — Musik Indonesia makin menunjukkan taringnya! Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmi membuka Konferensi Musik Indonesia atau KMI 2026 di Hotel Claro, Makassar, Selasa, 27 Oktober 2026.
Dalam sambutannya, Fadli mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik atau BPS, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia kini mendengarkan musik karya anak bangsa.
Angka ini menjadi sinyal positif bagi musisi, pencipta lagu, dan pelaku industri musik Tanah Air. Musik Indonesia bukan cuma menjadi hiburan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk terus berkembang di negeri sendiri.
Prestasi musik Indonesia ternyata tidak berhenti di pasar domestik. Fadli juga mengutip data Spotify yang menunjukkan royalti karya musisi Indonesia di platform tersebut meningkat lebih dari 16 persen sepanjang 2025.
Menariknya, sekitar 60 persen royalti itu disebut berasal dari pendengar luar negeri. Artinya, karya musisi Indonesia punya peluang semakin besar untuk menjangkau pasar internasional.
Namun, di balik peluang tersebut, industri musik juga menghadapi tantangan baru, mulai dari perlindungan hak cipta hingga perkembangan kecerdasan buatan atau AI yang berpotensi mengubah cara musik diciptakan dan didistribusikan.
Fadli berharap, Konferensi Musik Indonesia tidak berhenti pada diskusi dan rekomendasi. Hasil konferensi harus ditindaklanjuti menjadi langkah nyata untuk memperkuat ekosistem musik nasional, melindungi pencipta, serta meningkatkan kesejahteraan para pelaku industri musik.
Mengusung tema “Gerak Seirama: Bergerak Bersama Mengimplementasikan Ekosistem Musik Indonesia yang Berdaulat”, KMI 2026 berlangsung hingga 1 November mendatang.
Konferensi ini diharapkan menjadi momentum bagi musik Indonesia untuk semakin berdaulat di negeri sendiri, sekaligus memperluas langkah menuju panggung dunia.
(Yulianto)

























