SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Minivan jadul ternyata belum mau pensiun. Renault malah membangkitkan kembali Espace, model legendaris yang pertama kali meluncur pada 1984, tetapi kali ini bukan sekadar comeback biasa.
Namanya E-Space Concept. Sesuai namanya, Espace sekarang “disetrum” menjadi kendaraan listrik penuh alias EV.
Kalau Espace zaman dulu identik dengan mobil keluarga besar, koper segambreng, dan perjalanan ramai-ramai, versi barunya datang dengan tampilan futuristik yang bikin nostalgia ketemu masa depan.
Renault menyebut konsep ini sebagai cara untuk menghidupkan kembali semangat Espace asli.
Menariknya, Renault memang masih menjual Espace dengan wujud SUV. Namun E-Space Concept ini justru kembali mendekati DNA Espace pertama sebagai MPV atau minivan keluarga.
Jadi, Espace pulang kampung ke habitat aslinya, cuma sekarang pulangnya naik listrik.
Panjang 4,7 meter, lawannya bukan kaleng-kaleng
E-Space Concept memiliki panjang sekitar 4.700 mm. Ukuran tersebut membuatnya berada di kelas yang kurang lebih sama dengan Kia PV5 dan Volkswagen ID. Buzz SWB.
Dengan begitu, kalau nantinya masuk produksi, Renault bakal punya amunisi baru untuk ikut meramaikan perang minivan listrik.
Nama E-Space juga bukan asal tempel.
Renault menjelaskan huruf “E” merujuk pada teknologi E-Tech, sementara “Space” menggambarkan kabin yang luas sekaligus penuh teknologi.
Singkatnya, ini mobil yang ingin bilang: “Saya minivan, tapi jangan panggil saya jadul.”
Desainnya nostalgia, mukanya sudah masa depan
Renault masih mempertahankan sejumlah karakter Espace generasi pertama, tetapi dibungkus desain yang jauh lebih futuristik.
Bagian depan dan belakang mendapatkan strip lampu lebar berbentuk huruf “U”. Di bagian tengah depan terdapat pola berlian yang dibuat seolah melayang dan bisa menyala.
Belum selesai.
Bagian roda menggunakan desain berbentuk kotak yang sekilas mengingatkan pada Renault 5.
Hasilnya cukup unik. Jiwa Espace 1980-an masih terasa, tetapi wajahnya seperti baru keluar dari film fiksi ilmiah.
Kalau Espace dulu bikin tetangga bilang, “Wah, mobil keluarga,” E-Space kemungkinan bikin tetangga bertanya, “Itu mobil apa, kok kayak pesawat?”
Baterainya belum dibongkar habis
Untuk urusan dapur pacu, Renault masih pelit bicara.
Detail baterai, kapasitas, tenaga motor listrik, hingga spesifikasi final E-Space Concept belum diumumkan lengkap.
Namun Renault sedang memperluas penggunaan baterai lithium iron phosphate (LFP) pada jajaran mobil listriknya sebagai salah satu cara menekan biaya. Karena itu, ada kemungkinan teknologi baterai tersebut ikut digunakan pada minivan listrik ini.
Menurut laporan Auto Express, E-Space disebut akan memakai platform baru Renault, yakni RGEV Medium 2.0.
Platform tersebut dikabarkan berpotensi memberikan jarak tempuh sekitar 500 mil atau kurang lebih 805 kilometer.
Yang lebih menarik, platform tersebut juga mendukung konfigurasi EREV (Extended-Range Electric Vehicle).
Kalau angka jarak tempuh tersebut benar-benar diterapkan pada model produksi, E-Space bukan cuma cocok buat antar-jemput anak sekolah.
Dia juga bisa diajak touring jauh tanpa drama klasik, “Eh, charger terdekat di mana?”
Debut 12 Oktober di Paris
Jawaban soal spesifikasi dan masa depan E-Space Concept bakal lebih terang saat Renault memperkenalkannya pada 12 Oktober di Paris Motor Show.
Renault tidak datang sendirian.
Ada tiga mobil konsep yang akan dipamerkan, yaitu E-Space Concept, Renault 8 Gordini Concept, dan Renault 4 JP4x4 Concept.
Sejumlah model lain juga ikut meramaikan panggung, termasuk Megane E-Tech Electric, Trafic E-Tech Electric, Renault 5 Turbo 3E versi hyper-customized, serta Rafale Hypnotic edisi khusus.
Jadi, Renault tampaknya sedang memainkan kartu nostalgia sekaligus masa depan.
Espace yang dulu mengantar keluarga pada era 1980-an kini disiapkan kembali sebagai minivan listrik.
Bedanya cuma satu: dulu bawa keluarga, sekarang keluarga plus teknologi masa depan. Dan tentu saja, tidak perlu antre SPBU buat isi bensin.
(Akhirudin)

























