SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Bukan cuma soal pintar bekerja, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DPR RI juga dituntut makin profesional dan punya kinerja yang terukur. Untuk mewujudkan hal tersebut, Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI mulai mengimplementasikan model peningkatan profesionalitas ASN yang dikembangkan melalui penelitian.
Langkah ini ditandai dengan Kick-Off Meeting Implementasi Model Peningkatan Profesionalitas ASN di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Jenderal DPR RI, Suprihartini, menegaskan bahwa hasil penelitian tersebut tidak boleh hanya berakhir sebagai dokumen akademik atau konsep di atas kertas. Model yang sudah disusun harus diterapkan menjadi kebijakan dan langkah nyata dalam memperbaiki pengelolaan ASN.
“Setjen DPR RI berkomitmen untuk menindaklanjuti dan mengimplementasikan model yang telah dihasilkan dari penelitian ini. Kami tidak ingin hasil penelitian yang telah disusun dengan baik ini berhenti pada tataran konsep atau sekadar menjadi dokumen akademik,” tegas Suprihartini saat membuka kegiatan.
Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi tahap awal untuk menyamakan pemahaman tentang cara menerapkan model, menentukan pihak-pihak yang terlibat, serta menyiapkan langkah konkret setelah kegiatan berlangsung.
Suprihartini juga mengingatkan, kick-off meeting ini bukan sekadar acara seremonial. Implementasi harus berjalan serius, terarah, dan memiliki perkembangan yang bisa dipantau.
“Kick-Off Meeting ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal dari proses implementasi yang sungguh-sungguh, terarah, dan dapat dipantau perkembangannya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Suprihartini menyampaikan apresiasi kepada Program S3 STIA LAN Jakarta, tim promotor, serta Rahmad Budiaji selaku peneliti yang telah menyusun penelitian mengenai model peningkatan profesionalitas ASN di lingkungan Setjen DPR RI.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada Dr. Basseng, M.Ed., selaku Ko-Promotor yang memberikan bimbingan dan pendampingan akademik hingga penelitian tersebut menghasilkan model yang dinilai relevan dengan kebutuhan organisasi.
Melalui implementasi ini, Setjen DPR RI berharap seluruh unit terkait bisa bekerja sama, terbuka terhadap perubahan, dan fokus pada hasil.
Target akhirnya bukan sekadar punya model baru, tetapi bagaimana profesionalitas ASN benar-benar meningkat dan berdampak pada kualitas tata kelola organisasi serta pelayanan di lingkungan parlemen.
(Agung Suhartono)

























