SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong pemerintah memperkuat penghargaan dan jaminan masa depan bagi para atlet Indonesia setelah kontingen Merah Putih menambah medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Puan menilai prestasi atlet tidak hanya perlu diapresiasi ketika mereka meraih medali, tetapi juga harus diikuti dukungan berkelanjutan setelah masa bertanding berakhir.
“Selamat kepada kontingen Indonesia yang terus menunjukkan prestasi terbaiknya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Tambahan-tambahan medali, termasuk medali emas dari cabang olahraga angkat besi, membuktikan Tim Garuda bisa terus terbang tinggi,” kata Puan dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).
Salah satu pencapaian terbaru Indonesia datang dari lifter Rahmat Erwin Abdullah. Ia meraih medali emas nomor 75 kilogram putra sekaligus mencatatkan dua rekor dunia melalui angkatan clean and jerk 206 kilogram dan total angkatan 366 kilogram.
Puan menyebut keberhasilan Rahmat Erwin merupakan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, prestasi tersebut tidak terlepas dari proses panjang, latihan, pengorbanan, serta dukungan keluarga dan pelatih.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja panjang Rahmat bersama keluarga, pelatih, dan seluruh pihak yang mendampinginya. Rahmat telah membuat Indonesia bangga,” tuturnya.
“Di balik penampilan Rahmat pada hari pertandingan, ada tahun-tahun latihan, pengorbanan, dan dukungan orang-orang terdekat. Atas nama DPR RI, saya menyampaikan terima kasih kepada mereka semua,” imbuh Puan.
Selain emas Rahmat Erwin, Indonesia juga menambah medali dari sejumlah cabang olahraga. Perolehan tersebut terus menambah koleksi medali Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Puan mengatakan capaian tersebut perlu menjadi momentum untuk memperkuat sistem penghargaan dan perlindungan terhadap atlet secara menyeluruh.
“Selama masih bertanding, atlet membutuhkan kesempatan untuk menjaga kondisi dan meraih prestasi berikutnya. Maka perlu ada peningkatan penghargaan yang diberikan Negara kepada mereka,” jelas Puan.
Menurutnya, perhatian terhadap atlet juga diperlukan ketika mereka menghadapi cedera maupun saat mengakhiri karier sebagai atlet profesional.
“Pada saat mereka menghadapi cedera atau kelak mengakhiri masa bertanding, mereka juga perlu mengetahui bahwa pengalaman dan pengabdiannya tetap dihargai oleh Negara,” lanjutnya.
Karena itu, Puan mendorong pemerintah menyusun jaminan yang memberikan kepastian bagi atlet dalam aspek kesehatan, pendidikan, pengembangan kemampuan, hingga kesempatan berkarya setelah pensiun dari dunia pertandingan.
“Bentuknya perlu disesuaikan dengan kebutuhan atlet, yang didengar secara langsung, sehingga dukungan negara benar-benar dapat digunakan ketika diperlukan,” paparnya.
Puan menilai pengalaman dan kemampuan yang dimiliki atlet selama menjalani karier olahraga dapat terus dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia.
“Pengalaman atlet sangat berharga bagi Indonesia, sehingga Negara perlu memberi jaminan kepada mereka untuk tetap bisa berkarya saat mereka sudah tidak lagi bertanding di lapangan,” ucapnya.
Menurut Puan, kepastian masa depan atlet juga penting bagi keluarga yang mendukung anak-anak mereka menekuni dunia olahraga.
“Keluarga yang mendukung anaknya menekuni olahraga perlu melihat bahwa pilihan tersebut dapat dijalani dengan martabat dan harapan,” tambah perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.
Puan memastikan DPR RI akan mengawal agar komitmen pemerintah terhadap atlet dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Perolehan medali dan rekor dunia di ajang kompetisi internasional menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia. Kita merayakan pencapaian hari ini, sekaligus memastikan para atlet dan tim memiliki dukungan untuk menjalani hari-hari setelahnya dengan percaya diri,” pungkas Puan.
(Agung Suhartono)
























