SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Instagram mulai menguji fitur baru bernama Features yang memungkinkan kreator mengunggah video horizontal berdurasi hingga 90 menit. Inovasi ini menjadi bagian dari strategi platform milik Meta tersebut untuk memperluas layanan hiburan digital dan bersaing dengan YouTube dalam merebut perhatian penonton.
Pengujian fitur ini dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026, bersama sejumlah kreator terpilih di Amerika Serikat (AS), setelah sebelumnya diuji di Brasil. Instagram berencana memperluas uji coba tersebut kepada puluhan ribu kreator di AS.
Fitur Features dirancang untuk menghubungkan video pendek Reels dengan tayangan lengkap. Dengan begitu, pengguna yang menemukan potongan podcast atau konten menarik dapat langsung melanjutkan tontonan ke video berdurasi panjang tanpa harus mencari tayangan tersebut secara terpisah.
Wakil Presiden Produk Instagram, Tessa Lyons, menjelaskan bahwa fitur tersebut memberikan kemudahan bagi pengguna untuk menikmati konten secara lebih lengkap.
“Yang kini bisa Anda lakukan adalah, ketika melihat klip podcast yang Anda sukai, Anda cukup mengekliknya dan melanjutkan menonton atau menyaksikan video lengkapnya,” kata Lyons, dikutip dari The Hollywood Reporter, Selasa (27/10/2026).
Menurut Lyons, kreator dapat menautkan Reels dengan video lengkap sehingga pengguna memiliki jalur langsung dari konten pendek menuju tayangan berdurasi panjang.
Video-video tersebut juga direncanakan masuk ke rekomendasi halaman Explore dan bagian lain di Instagram untuk memperluas jangkauan penonton.
Perluas persaingan dengan YouTube
Langkah Instagram memperluas konten video panjang berlangsung di tengah persaingan industri hiburan digital yang semakin ketat. YouTube telah lebih dahulu menjadi platform utama bagi kreator video panjang dan podcast, sementara Netflix, Disney, dan sejumlah layanan lain juga mulai memperluas konten berbasis podcast serta video kreator.
YouTube memiliki skema bagi hasil sebesar 55 persen dari pendapatan iklan untuk kreator yang memenuhi persyaratan tertentu. Persaingan tersebut membuat platform digital berlomba menawarkan akses penonton, peluang pendapatan, dan pengalaman menonton yang lebih menarik.
Lyons mengatakan Instagram tengah menjajaki sejumlah kesepakatan dengan kreator. Namun, pada tahap awal, perusahaan belum mewajibkan kreator mengunggah konten secara eksklusif di Instagram.
Kreator juga tetap dapat membawa kerja sama iklan yang telah dimiliki. Di sisi lain, Instagram berupaya membantu kreator memperoleh peluang komersial tambahan melalui platform tersebut.
Siapkan pengalaman menonton di layar besar
Pada tahap awal, fitur Features tersedia untuk perangkat seluler. Instagram juga berencana memperluas pengalaman menonton video panjang melalui Instagram for TV, termasuk memperluas dukungan ke Apple TV di AS setelah sebelumnya tersedia di Samsung, Fire TV, dan Google TV.
Lyons menilai layar besar dengan orientasi horizontal lebih sesuai untuk menikmati konten berdurasi panjang.
“Kami menilai pengalaman menonton terbaik untuk konten horizontal berdurasi panjang adalah melalui layar besar yang juga horizontal. Karena itu, kami memperkirakan sebagian besar aktivitas menonton secara mendalam akan berlangsung di sana seiring waktu,” ujar Lyons.
Selain video panjang, Instagram turut mengembangkan fitur Series untuk menampung Reels episodik, termasuk mikrodrama atau drama bersambung dalam format video pendek.
Perusahaan telah menjalin komunikasi dengan sejumlah studio mikrodrama di Asia Tenggara sejak Juni untuk menguji fitur tersebut. Instagram menargetkan perluasan pengujian Series ke lebih banyak negara, termasuk AS pada akhir 2026 atau awal 2027.
Instagram juga menguji integrasi siaran langsung ke tab Reels serta rekomendasi siaran langsung kepada pengguna yang belum mengikuti akun kreator. Fitur ini mulai diluncurkan di Indonesia dan Brasil, sebelum direncanakan diperluas ke AS pada 2027.
Pengembangan berbagai fitur tersebut menunjukkan upaya Instagram memperluas perannya, dari platform berbagi foto dan video pendek menjadi layanan hiburan dengan pilihan konten yang lebih beragam.
Meski demikian, keberhasilan fitur video panjang ini akan bergantung pada minat penonton, kemampuan kreator menghasilkan konten berkualitas, serta daya tarik peluang monetisasi yang ditawarkan dibandingkan platform pesaing.
(Yulianto)

























