SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA – Indonesia dan India memperkuat kerja sama strategis di bidang antariksa dengan menyiapkan pembangunan bandar antariksa di Biak, Papua. Proyek tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama lembaga antariksa India, Indian Space Research Organisation (ISRO).
Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pembangunan bandar antariksa melalui kolaborasi dengan India. Menurutnya, proyek tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap pembangunan pada 2027 setelah berbagai persiapan teknis dan administrasi diselesaikan.
“Memang kami sudah intensif melakukan pembicaraan dengan pihak India terkait dengan pembangunan bandar antariksa,” ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Selain pembangunan bandar antariksa, Indonesia juga menargetkan peluncuran satelit hasil karya BRIN pada awal Januari 2027 menggunakan fasilitas peluncuran milik India. Selama ini BRIN dan ISRO telah menjalin kerja sama dalam pemantauan satelit melalui fasilitas yang berada di Biak, sehingga kolaborasi kedua negara kini memasuki tahap yang lebih maju.
Arif menjelaskan, Biak dipilih sebagai salah satu calon lokasi bandar antariksa karena memiliki keunggulan geografis. Letaknya yang sangat dekat dengan garis khatulistiwa memungkinkan roket memperoleh tambahan kecepatan dari rotasi bumi, sehingga peluncuran menjadi lebih efisien dan mampu mengurangi kebutuhan bahan bakar.
Selain itu, wilayah Biak menghadap langsung ke Samudra Pasifik sehingga jalur peluncuran roket dinilai lebih aman. Infrastruktur dasar seperti pelabuhan dan bandara juga telah tersedia sehingga dapat mendukung distribusi komponen roket maupun logistik pembangunan fasilitas antariksa.
Pemerintah juga memastikan pembangunan bandar antariksa tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga memperhatikan aspek sosial. BRIN telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan masyarakat adat agar proyek tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Meski demikian, besaran anggaran pembangunan belum ditetapkan. Saat ini pemerintah masih menyusun masterplan sebagai dasar pelaksanaan proyek, termasuk menghitung kebutuhan investasi, model pendanaan, serta peluang keterlibatan mitra strategis dari dalam maupun luar negeri. Setelah dokumen tersebut rampung, nilai investasi pembangunan bandar antariksa akan ditetapkan.
Rencana pembangunan bandar antariksa di Biak menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat kemandirian teknologi antariksa. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung peluncuran satelit nasional, meningkatkan kapasitas riset dan inovasi, serta membuka peluang Indonesia menjadi salah satu pusat layanan peluncuran satelit di kawasan Asia Pasifik pada masa mendatang.
(Anton)

























