SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) resmi membentuk Forum Komunikasi Nasional IKA PTKIN se-Indonesia dalam penutupan pertemuan nasional perdana.
Ketua Umum IKA PTKIN, Idrus Marham, mengatakan forum tersebut telah memiliki kepengurusan lengkap dan akan segera menjalankan berbagai agenda strategis.
“Forum ini sudah terbentuk dan kepengurusan sudah tersusun. Ke depan kami akan melakukan berbagai kegiatan, termasuk forum diskusi dan kegiatan berskala internasional,” ujar Idrus.
Salah satu agenda yang disiapkan adalah Festival Dunia Baru Islam yang rencananya digelar pada Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan ini akan mengangkat tema peran Islam Indonesia dalam merespons tantangan global.
Menurut Idrus, festival tersebut akan menghadirkan tokoh-tokoh Islam dari berbagai negara, termasuk para duta besar negara sahabat di Indonesia. Selain itu, akan digelar seminar nasional untuk melahirkan gagasan konstruktif terkait persoalan keumatan dan kebangsaan.
“Termasuk bagaimana mengonsolidasikan kekuatan umat dan bangsa demi persatuan dan kemajuan Indonesia,” lanjutnya.
Tak hanya itu, acara juga akan diramaikan dengan festival kuliner dunia Islam serta pameran busana muslim Indonesia.
Bahas Gaza dan Palestina
IKA PTKIN juga menaruh perhatian pada isu global, khususnya konflik kemanusiaan di Gaza dan perjuangan kemerdekaan Palestina.
Idrus menyebut pihaknya akan menggelar berbagai diskusi dari kalangan akademisi dan alumni PTKIN di seluruh Indonesia. Hasil diskusi tersebut akan dihimpun sebagai bahan masukan bagi pemerintah.
“Dari sekitar 50-an perguruan tinggi keagamaan Islam, pemikiran-pemikiran itu akan kami kumpulkan dan disampaikan sebagai dukungan konseptual,” katanya.
Ia menambahkan, masukan tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah politik luar negeri Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam menangani isu kemanusiaan di Gaza dan mendorong kemerdekaan Palestina.
Menag: Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Peradaban Islam
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai momentum ini penting untuk mempersiapkan Indonesia sebagai episentrum peradaban Islam dunia.
Menurutnya, kondisi Indonesia yang stabil menjadi peluang besar untuk melahirkan pemikir-pemikir besar di bidang keislaman.
“Dalam situasi damai, yang lahir adalah para pemikir. Indonesia saat ini sangat kondusif untuk melahirkan peradaban,” ujarnya.
Ia menegaskan, keunggulan Indonesia terletak pada karakter Islam yang moderat dan inklusif sehingga dapat diterima secara global tanpa menimbulkan kekhawatiran.
Selain itu, sinergi antara alumni dan perguruan tinggi keagamaan dinilai penting untuk mempercepat lahirnya pemikiran besar yang berkontribusi bagi dunia Islam.
Dalam pertemuan tersebut juga ditetapkan susunan pengurus pusat IKA PTKIN, yakni Idrus Marham sebagai Ketua Umum, Prof. Sahiron sebagai Sekretaris Umum, dan H. Cucu Sutara sebagai Bendahara Umum.
(Anton)



















































