SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Badan Kerja Sama Parlemen Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (BKSP DPD RI) memperkuat diplomasi parlemen sebagai instrumen strategis untuk memperluas pengaruh Indonesia di tingkat global. Hal tersebut mengemuka dalam Sidang Paripurna yang diselenggarakan di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Wakil Ketua II BKSP DPD RI, Mirah Midadan Fahmid, menyatakan bahwa diplomasi parlemen menjadi jalur strategis untuk membuka peluang kerja sama internasional yang lebih luas. Ia menjelaskan bahwa setiap agenda luar negeri dirancang untuk menghasilkan kesepahaman nyata, termasuk di bidang perdagangan dan investasi.
“Diplomasi parlemen harus menghasilkan output yang jelas, bukan sekadar pertemuan. Kami mendorong agar setiap kerja sama memiliki dampak langsung bagi daerah,” ujar Mirah, yang juga merupakan Anggota DPD RI asal NTB.
Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui pertemuan dengan Inter-Parliamentary Group (IPG) Senat Uzbekistan yang telah diadakan pada 17 Maret silam. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan bilateral sekaligus menargetkan peningkatan perdagangan dan percepatan penyusunan nota kesepahaman.
BKSP juga berperan aktif dalam mendampingi Ketua DPD RI saat melakukan komunikasi strategis dengan Duta Besar Federasi Rusia pada 6 April 2026 lalu. Pertemuan itu, menurut BKSP, menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan bilateral dan kerja sama global.
Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, HE Gita Sabharwal, menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kemitraan lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan dapat diimplementasikan hingga ke tingkat daerah.
“Kolaborasi harus menjangkau seluruh tingkat pemerintahan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat,” sebut Gita. Kehadiran dan pandangan HE Gita Sabharwal, semakin memperkuat posisi BKSP DPD RI dalam mendorong diplomasi parlemen yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, sekaligus menjadi dukungan strategis dalam memperluas jejaring kerja sama internasional yang inklusif dan berdampak nyata.
Dalam rapat gabungan dengan Pimpinan DPD RI dan Pimpinan Alat Kelengkapan Pimpinan Alat Kelengkapan DPD RI. BKSP memandang bahwa sinergi antara diplomasi parlemen dan agenda pembangunan berkelanjutan dapat menjadi kekuatan strategis Indonesia di tengah dinamika global. Pendekatan ini diyakini mampu mempercepat capaian pembangunan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
(Anton)



















































