SUARAINDONEWS.COM, CALIFORNIA — Kabar menarik datang dari Amerika Serikat. California kini resmi memasukkan Idulfitri dan Iduladha ke dalam daftar hari libur negara bagian.
Gubernur California Gavin Newsom menandatangani Assembly Bill (AB) 2017 pada 28 September 2026. Dengan aturan tersebut, California menjadi negara bagian kedua di Amerika Serikat yang secara resmi mengakui dua hari raya umat Islam itu sebagai state holidays, setelah Washington lebih dulu melakukannya pada 2025.
Tapi jangan salah tangkap dulu.
Status state holiday ini bukan berarti seluruh California otomatis tutup setiap Idulfitri dan Iduladha. Perusahaan swasta tidak diwajibkan meliburkan karyawannya.
Jadi, bukan berarti begitu azan Idulfitri berkumandang, semua kantor langsung gelap, pintu dikunci, lalu bos ikut salat Id.
Aturannya lebih kepada memberikan pengakuan resmi sekaligus ruang bagi masyarakat untuk merayakan dua hari besar tersebut.
Bagi pekerja yang ingin merayakan Idulfitri atau Iduladha, mereka dapat menggunakan jatah personal holiday, holiday credit, atau cuti yang memang tersedia sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara untuk sekolah negeri dan community college, penutupan pada hari raya dapat dilakukan melalui keputusan atau kesepakatan di tingkat lokal.
Artinya, tidak otomatis semua sekolah di California libur serentak. Masing-masing daerah atau lembaga pendidikan tetap punya mekanisme sendiri.
Bagi siswa yang merayakan Eid, ketidakhadiran untuk menjalankan hari raya juga mendapatkan perlakuan sebagai excused absence sesuai ketentuan yang berlaku.
Tidak Lagi Harus Pilih Sekolah atau Lebaran
Aturan ini digagas anggota Majelis Negara Bagian California Matt Haney.
Ia menilai siswa maupun pekerja Muslim seharusnya tidak perlu berada dalam posisi harus memilih antara menjalankan ibadah dan memenuhi kewajiban sekolah atau pekerjaan.
“Tidak ada siswa yang harus memilih antara merayakan salah satu hari tersuci dalam agamanya dan hadir di sekolah, dan tidak ada pekerja yang harus merasa perlu mengorbankan ibadahnya,” ujar Haney.
Gagasan sederhananya, masyarakat Muslim tetap bisa menjalankan perayaan keagamaan tanpa harus merasa seperti sedang mengajukan permohonan khusus hanya untuk menjalankan hari raya.
Menurut Council on American-Islamic Relations (CAIR), California merupakan salah satu negara bagian dengan populasi Muslim terbesar di Amerika Serikat.
CAIR-California memperkirakan terdapat lebih dari satu juta Muslim yang tinggal di California. Angka tersebut merupakan perkiraan dari organisasi tersebut, bukan angka sensus agama resmi pemerintah AS.
California Jadi Negara Bagian Kedua
California bukan negara bagian pertama yang mengambil langkah ini.
Washington lebih dulu mengesahkan aturan yang mengakui Idulfitri dan Iduladha sebagai hari libur negara bagian pada 2025.
Kini California menyusul.
Dengan jumlah penduduk yang besar dan komunitas Muslim yang tersebar di berbagai wilayah, pengakuan ini menjadi bagian dari upaya memberikan ruang yang lebih jelas bagi masyarakat Muslim dalam menjalankan hari raya.
Namun sekali lagi, statusnya bukan berarti semua aktivitas otomatis berhenti.
Perusahaan swasta tetap memiliki aturan masing-masing. Pegawai perlu menggunakan mekanisme cuti atau jatah libur yang tersedia apabila ingin mengambil waktu untuk merayakan Eid.
CAIR Soroti Insiden Anti-Muslim
Di tengah pengesahan aturan tersebut, CAIR juga menyoroti kondisi yang mereka sebut sebagai meningkatnya insiden yang menyasar komunitas Muslim di Amerika Serikat.
CAIR menyatakan terdapat 17 insiden yang menargetkan tempat ibadah Muslim selama Mei hingga Juli 2026, dan menurut organisasi tersebut jumlah itu meningkat 183 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
CAIR juga menyinggung insiden di Islamic Center of San Diego pada 18 Mei, yang menurut organisasi tersebut menewaskan tiga orang yang sedang berupaya melindungi jemaah dan anak-anak.
Data mengenai peningkatan tersebut merupakan catatan dan pernyataan dari CAIR, sehingga angka tersebut perlu dibaca sebagai laporan organisasi tersebut.
Di sisi lain, pengesahan AB 2017 memberikan pesan bahwa pengakuan terhadap hari raya keagamaan bisa dilakukan melalui kebijakan negara bagian tanpa harus membuat seluruh kegiatan ekonomi dan layanan publik berhenti total.
Jadi, buat masyarakat Muslim California, sekarang Idulfitri dan Iduladha sudah punya tempat resmi dalam kalender negara bagian.
Bukan berarti semua orang dapat libur otomatis.
Tapi setidaknya, ketika hari raya tiba, mereka tidak lagi sekadar berkata, “Pak, Bu, izin ya, saya mau Lebaran.”
Negara bagian California sudah lebih dulu bilang: hari rayanya diakui.
(Purwantiningsih)

























