SUARAINDONEWS.COM, BANDA ACEH – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Program SMK Go Global Bidang Konstruksi di LPK Harum Jaya, Banda Aceh, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten, terampil, dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional.
Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta laki-laki yang dipersiapkan untuk meningkatkan keterampilan di bidang konstruksi sekaligus memperluas wawasan mengenai peluang kerja di luar negeri. Melalui program SMK Go Global, peserta diharapkan memiliki bekal kompetensi yang memadai serta pemahaman mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman, resmi, dan sesuai ketentuan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Direktur LPK Harum Jaya yang menyampaikan kesiapan lembaganya dalam mendukung peningkatan keterampilan peserta melalui pelatihan bidang konstruksi. Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk meningkatkan kemampuan teknis dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang kerja di luar negeri.
Selanjutnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh, Rulli Syahreza, menyampaikan sambutan Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya sektor konstruksi.
“Bidang konstruksi membutuhkan tenaga kerja yang terampil, disiplin, dan memahami standar pekerjaan. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mempersiapkan diri menghadapi peluang kerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Qifti Reza Kesuma, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi melalui pelatihan berbasis keterampilan merupakan langkah penting dalam mempersiapkan tenaga kerja Aceh agar mampu bersaing di pasar kerja global.
“Program ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja. Kami berharap para peserta mengikuti pelatihan dengan serius sehingga kompetensi yang diperoleh dapat menjadi modal untuk meraih peluang kerja yang lebih luas, termasuk di pasar kerja internasional,” ungkapnya.
Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, dalam sambutannya menegaskan bahwa Program SMK Go Global merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global.
“Program SMK Go Global menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia yang kompeten dan berdaya saing. Saya berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, dan terus meningkatkan keterampilan. Selain kompetensi teknis, pemahaman mengenai prosedur bekerja ke luar negeri juga sangat penting agar peserta dapat memanfaatkan peluang kerja melalui jalur resmi dan memperoleh pelindungan dari pemerintah,” ujar Siti Rolijah.
Setelah menyampaikan sambutan, Kepala BP3MI Aceh secara resmi membuka pelatihan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan perlengkapan pelatihan kepada peserta serta foto bersama para tamu undangan dan seluruh peserta.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman peserta, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi peluang dan prosedur bekerja ke luar negeri oleh Pengantar Kerja BP3MI Aceh, Fauzah Marhamah dan Delina Haloho. Materi sosialisasi mencakup informasi peluang kerja luar negeri, khususnya di sektor konstruksi, tahapan penempatan yang sesuai ketentuan, serta pentingnya memastikan legalitas pihak yang melakukan perekrutan dan penempatan.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyiapkan dokumen persyaratan, mengikuti seluruh tahapan penempatan secara prosedural, serta mewaspadai tawaran kerja yang tidak jelas atau menjanjikan keberangkatan tanpa melalui prosedur resmi. Edukasi ini diharapkan dapat membangun kesadaran peserta agar lebih cermat dalam mengambil keputusan sebelum bekerja di luar negeri.
Kegiatan ini turut dihadiri Direktur LPK Harum Jaya beserta jajaran, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh, Dinas PUPR Kota Banda Aceh, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Banda Aceh, Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh, serta tim BP3MI Aceh.
Ke depan, BP3MI Aceh akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan pelatihan, termasuk perkembangan peningkatan kompetensi dan kesiapan peserta dalam memanfaatkan peluang penempatan kerja di luar negeri setelah menyelesaikan pelatihan.
Melalui Program SMK Go Global, BP3MI Aceh berkomitmen mendorong lahirnya tenaga kerja asal Aceh yang terampil, profesional, dan siap bersaing di pasar kerja internasional. Dengan kompetensi yang kuat serta pemahaman mengenai migrasi aman, generasi muda Aceh diharapkan mampu meraih peluang kerja global secara prosedural dan terlindungi, sejalan dengan semangat Aceh Go Global.
(Rizki Fadillah)

























