SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Penyanyi pop dunia Katy Perry mengecam penggunaan lagunya berjudul “Firework” dalam video yang diunggah akun resmi Gedung Putih yang menampilkan rekaman serangan Amerika Serikat terhadap Iran. Perry menyatakan keberatan karena lagu yang dikenal sebagai karya bernuansa inspirasi tersebut digunakan dalam konten terkait aksi militer.
Video berdurasi sekitar sembilan detik itu diunggah melalui akun resmi Gedung Putih di platform TikTok pada Kamis (24/7/2026). Dalam video tersebut terlihat potongan rekaman ledakan yang dikaitkan dengan serangan AS terhadap Iran, dengan lagu “Firework” sebagai musik latar. Pada unggahan itu juga terdapat tulisan “Iran has been warned”.
Perry kemudian menyampaikan kritik melalui akun media sosial X pada Sabtu (26/7/2026). Ia mengaku kecewa dan marah karena lagunya digunakan dalam tayangan yang menurutnya bertentangan dengan pesan asli dari karya tersebut.
Lagu “Firework” yang dirilis pada 2010 dikenal sebagai lagu bertema motivasi dan pemberdayaan diri. Perry menilai penggunaan lagu tersebut dalam video bernuansa perang telah mengubah makna yang ingin disampaikan melalui karyanya.
Polemik penggunaan lagu musisi dalam konten politik dan pemerintahan bukan kali pertama terjadi. Sejumlah musisi sebelumnya juga pernah menyampaikan keberatan ketika karya mereka digunakan dalam materi kampanye atau komunikasi politik tanpa persetujuan.
Sementara itu, video Gedung Putih tersebut menjadi sorotan publik karena muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kritik Perry menambah perdebatan mengenai penggunaan karya seni untuk menyampaikan pesan politik maupun militer.
(Kiki Apriyansyah)

























