SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Pemandangan pengerahan ribuan prajurit TNI ke Jakarta memunculkan tanda tanya besar. Sebanyak 20.980 personel masuk dalam rencana pengerahan melalui empat tahapan. Jumlah tersebut membuat perhatian publik tertuju pada kesiapan militer di ibu kota.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto akhirnya buka suara. Ia menjelaskan bahwa pengerahan dan kesiapsiagaan prajurit berkaitan dengan tugas TNI menghadapi berbagai kemungkinan ancaman, mulai dari bencana alam hingga ancaman sosial.
Agus mengungkapkan bahwa TNI memiliki tiga tingkatan kesiapsiagaan, yakni Siaga 1, Siaga 2, dan Siaga 3. Ketiganya memiliki tingkat kesiapan personel dan alutsista yang berbeda.
Namun, ada satu hal yang menjadi perhatian: Agus tidak mengungkap secara terbuka status siaga yang sedang berlaku di Jakarta.
Dalam penjelasannya, Siaga 3 merupakan kondisi kesiapsiagaan dasar, ketika prajurit tetap menjalankan kegiatan rutin di satuan. Siaga 2 meningkatkan kesiapan personel dan perlengkapan militer, sedangkan Siaga 1 merupakan tingkat kesiapan penuh.
Agus juga menegaskan bahwa menghadapi musim penghujan, TNI dapat memberlakukan kesiapan Siaga 1 untuk membantu penanganan bencana.
“Kalau untuk siaga bencana, kita bisa berlakukan Siaga 1 terus, karena saat ini sudah mulai musim penghujan dan di beberapa wilayah sudah ada yang banjir,” kata Agus.
TNI memastikan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) siap dikerahkan apabila dibutuhkan.
Sementara itu, rincian pengerahan yang disampaikan TNI AL menyebut total 20.980 personel disiapkan melalui empat tahapan. Sebanyak 2.100 personel pada tahap pertama, 5.740 personel pada tahap kedua dan ketiga, serta 13.140 personel pada tahap keempat.
Pihak TNI juga menjelaskan bahwa sebagian personel disiagakan di markas masing-masing dan dapat digerakkan sewaktu-waktu. Artinya, angka 20.980 bukan berarti seluruh prajurit sudah bergerak dan berkumpul di satu lokasi secara bersamaan.
Sebelumnya, Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyebut status kesiapsiagaan pasukan di Jakarta berada pada Siaga 3 atau kondisi normal.
Di sisi lain, pemerintah melalui Menko Yusril Ihza Mahendra menyatakan situasi keamanan Jakarta masih berjalan seperti biasa dan tidak terdapat gejolak yang mengkhawatirkan.
Meski demikian, pengerahan personel dalam jumlah besar, penjelasan mengenai tiga tingkatan siaga, serta kesiapan alutsista membuat perkembangan ini menjadi perhatian masyarakat.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang menghubungkan pengerahan pasukan tersebut dengan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan operasional pengerahan pasukan, wilayah penempatan, serta perkembangan status kesiapsiagaan TNI di Jakarta.
(Purwantiningsih)
























