SUARAINDONEWS.COM, DENPASAR — Gubernur Bali I Wayan Koster menyebut proyek trem listrik yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung, ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
Koster menyampaikan rencana tersebut dalam rapat paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin (21/9/2026). Menurutnya, pembangunan trem menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan transportasi publik yang sesuai dengan karakter Bali, khususnya di kawasan pariwisata.
“Transportasi trem ini nantinya diarahkan untuk melayani penumpang yang bergerak di kawasan pariwisata,” ujar Koster.
Ia menjelaskan, konsep trem yang disiapkan di Bali memiliki karakter berbeda dibandingkan sistem angkutan massal di daerah lain. Moda tersebut dirancang untuk mendukung pergerakan wisatawan di kawasan Bali Selatan yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas pariwisata.
Koster mengatakan pembangunan trem juga diharapkan dapat memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat dan wisatawan yang melintasi kawasan Bandara Ngurah Rai, Kuta, Legian, Seminyak hingga Canggu.
Dalam rencana pengembangan bersama Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (KAI), trase trem Bandara Ngurah Rai-Canggu memiliki panjang sekitar 13,1 kilometer.
Proyek tersebut direncanakan dibangun secara bertahap. Fase pertama mencakup jalur Bandara Ngurah Rai-Legian sepanjang sekitar 6,6 kilometer, sedangkan fase berikutnya menghubungkan Legian-Seminyak hingga Canggu sekitar 6,5 kilometer.
Sistem trem yang disiapkan menggunakan teknologi berbasis baterai listrik. Dengan teknologi tersebut, trem tidak memerlukan kabel listrik yang menggantung di sepanjang jalur.
Selain mempertimbangkan kebutuhan transportasi, desain trem juga diarahkan untuk menyesuaikan karakter kawasan Bali. Aspek budaya, lingkungan, hotel, akomodasi wisata, objek wisata, permukiman dan aktivitas masyarakat di sepanjang trase menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam pembangunan.
Sebelumnya, Pemprov Bali menyebut groundbreaking proyek trem ditargetkan berlangsung pada Maret 2027. Fase Bandara Ngurah Rai-Legian ditargetkan dapat beroperasi secara komersial pada kuartal IV 2028, sementara pengembangan hingga Canggu ditargetkan berlanjut pada fase berikutnya.
Kehadiran trem tersebut juga diarahkan untuk mengurangi beban lalu lintas di Bali Selatan. Koridor Bandara Ngurah Rai hingga Canggu merupakan kawasan dengan aktivitas kendaraan dan mobilitas masyarakat serta wisatawan yang tinggi.
KAI sebelumnya memperkirakan perjalanan dari Bandara menuju Legian dapat ditempuh sekitar 23 menit, sedangkan perjalanan dari Canggu menuju Bandara sekitar 40 menit.
Dengan pembangunan moda tersebut, pemerintah berharap mobilitas wisatawan dan masyarakat di kawasan pariwisata Bali Selatan dapat lebih teratur sekaligus menyediakan pilihan transportasi publik selain kendaraan pribadi.
Koster menegaskan, pengembangan transportasi Bali ke depan perlu tetap mempertahankan karakter daerah sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas di kawasan pariwisata yang terus berkembang.
(Rizki Fadillah)
























