SUARAINDONEWS. COM, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta publik tidak menghiraukan spekulasi yang mengaitkan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dengan dugaan keterlibatan dalam isu penyadapan. Ia menilai informasi yang belum terkonfirmasi dan tidak dapat diverifikasi kebenarannya tidak perlu ditanggapi.
Hal itu disampaikan Sarmuji saat menjawab pertanyaan wartawan di Kantor DPP Partai Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (6/11/2026).
“Sesuatu yang tidak bisa dikonfirmasi sebenarnya tidak perlu dihiraukan,” kata Sarmuji.
Ia kemudian mengingatkan bahwa Ketua Umum Partai Golkar pernah menjadi sasaran spekulasi serupa. Saat itu, beredar tuduhan mengenai dugaan penganiayaan terhadap seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai kekasih seorang ketua umum partai besar.
Menurut Sarmuji, isu tersebut berkembang luas, bahkan ada pihak yang mengklaim memiliki informasi akurat. Namun, belakangan tuduhan itu tidak terbukti berkaitan dengan ketua umum partai-partai besar yang menjadi sasaran spekulasi.
“Nah, sekarang jangan-jangan juga begitu. Partai besar, partai besarnya siapa kita enggak tahu. Dan sebenarnya hal yang seperti itu di-skip saja karena tidak terkonfirmasi dan kebenarannya tidak bisa diverifikasi,” ujarnya.
Sarmuji menegaskan, penyebaran informasi secara berulang dan intensif tidak serta-merta menjadikan sebuah tuduhan sebagai kebenaran.
Sebelumnya, dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) serta Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Kecerdasan Artifisial (AI) Partai Golkar 2026, Sarmuji menyoroti pentingnya penguatan komunikasi politik melalui ekosistem digital.
Ia mengatakan, perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menerima informasi dan membentuk persepsi terhadap partai politik.
Menurutnya, partai politik tidak cukup hanya membangun kinerja di ranah publik, memperkuat organisasi internal, dan menjaga hubungan dengan masyarakat di akar rumput. Komunikasi di ruang digital juga menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi partai.
“Di era sekarang, tiga poin itu saja rasanya tidak cukup. Harus ada satu poin tambahan, yaitu bagaimana wajah partai di dalam dunia digital dan media sosial,” katanya.
Sarmuji menjelaskan, kinerja nyata partai perlu disampaikan kepada masyarakat melalui saluran digital agar informasi mengenai kegiatan dan kontribusi partai dapat menjangkau publik lebih luas.
Ia juga mengungkapkan Partai Golkar tengah membangun platform digital yang menghubungkan kader dengan infrastruktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan Rakornas MPO dan Semiloka AI menjadi bagian dari konsolidasi organisasi untuk membangun ekosistem informasi yang terintegrasi.
Meutya menyebut penguatan sistem digital juga mencakup pengelolaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di berbagai tingkatan kepengurusan.
“Output-nya adalah berbagai informasi aktual, akurat terkait Partai Golkar dari pusat hingga daerah dalam bentuk PPID,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, penguatan ekosistem informasi tersebut diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi yang benar sekaligus membantu mengatasi disinformasi di ruang digital.
(Yulianto)
























