SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10/2026).
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 07.57 WIB dan bertindak sebagai inspektur upacara. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon turut mendampingi Presiden.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini berlangsung dalam suasana khidmat. Momentum tersebut menjadi pengingat perjalanan sejarah bangsa sekaligus penegasan kembali Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu masyarakat Indonesia.
Namun, suasana kebangsaan tidak hanya datang dari prosesi upacara. Sebelum acara utama dimulai, pelajar SMK Negeri 2 Cibinong, Jawa Barat, tampil membawakan paduan suara dan orkestra.
Para pelajar mengenakan busana adat dari berbagai daerah. Lagu-lagu nasional dan daerah pun dibawakan dalam satu panggung.
Alhasil, suasananya bukan cuma formal dan penuh khidmat. Keragaman budaya Nusantara ikut terasa lewat penampilan para pelajar tersebut.
Salah satu siswi SMK Negeri 2 Cibinong, Happy, mengaku bangga bisa tampil dalam peringatan yang dihadiri langsung Presiden Prabowo dan jajaran menteri.
“Hari ini puji Tuhan bangga banget karena saya dan teman-teman, khususnya orkestra, bisa tampil dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Apalagi ditonton oleh Bapak Presiden dan para menteri yang lain,” ujar Happy di Lubang Buaya, Kamis (1/10/2026).
Bagi Happy, pesan persatuan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Menurutnya, lingkungan sekolah dan pertemanan justru bisa menjadi tempat paling sederhana untuk mempraktikkan semangat tersebut.
Misalnya, dengan tidak membeda-bedakan teman dan merangkul mereka yang sedang membutuhkan dukungan.
“Dimulai dari hal kecil seperti itu. Misalkan ada teman yang lagi sendiri kita rangkul, ada teman yang berbeda mungkin kita rangkul,” ucapnya.
Happy mengatakan Indonesia memiliki masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Karena itu, perbedaan menurutnya tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh.
Ia juga berharap pemerintah terus memberikan kesempatan kepada sekolah yang memiliki kemampuan di bidang musik untuk tampil dalam berbagai kegiatan nasional.
Di akhir pesannya, Happy menyampaikan dukungan kepada Presiden Prabowo agar terus menjalankan tugasnya untuk Indonesia.
“Semangat terus Bapak, gaspol terus untuk bangsa Indonesia ini. Saya percaya Bapak pemimpin yang hebat, Bapak bisa memimpin kami dengan baik,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 pun menjadi panggung yang mempertemukan sejarah, upacara kenegaraan, dan ekspresi generasi muda. Dari Lubang Buaya, pesan yang muncul sederhana: berbeda boleh, tetapi persatuan tetap dijaga.
(Agung Suhartono)
























