SUARAINDONEWS. COM, JAKARTA — Bertepatan dengan momentum Hari Emisi Nol Sedunia (Zero Emissions Day) yang diperingati setiap 21 September, PT Energy Management Indonesia (Persero) atau PLN EMI memperkuat kolaborasi dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam mendukung pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan emisi. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dan Renewable Energy Certificate (REC) untuk mendukung kebutuhan operasional Telkom pada tahun 2026.
Kolaborasi ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata pemanfaatan green attribute dalam mendukung agenda keberlanjutan perusahaan. Melalui pemanfaatan SPE-GRK dan REC, upaya pengelolaan emisi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan penggunaan atribut energi terbarukan dalam kegiatan operasional perusahaan.
Untuk mendukung pengelolaan emisi pada Area The Telkom Hub Jakarta, Telkom memanfaatkan 420 ton CO₂ ekuivalen SPE-GRK melalui PLN EMI yang bersumber dari PLTGU Priok. Pemanfaatan SPE-GRK menjadi salah satu instrumen yang dapat mendukung perusahaan dalam mengelola emisi gas rumah kaca secara terukur sebagai bagian dari pelaksanaan agenda keberlanjutan.
Selain pengelolaan emisi, Telkom juga memperkuat pemanfaatan energi terbarukan melalui REC yang bersumber dari PLTA Saguling. Sebanyak 25.864 MWh REC dimanfaatkan untuk Area The Telkom Hub Jakarta, sementara 32.908 MWh REC digunakan untuk mendukung kebutuhan energi terbarukan pada 66 Gedung PoP & NeuCentriX.
Pemanfaatan REC pada sejumlah fasilitas tersebut menunjukkan bagaimana atribut energi terbarukan dapat diintegrasikan ke dalam kebutuhan operasional perusahaan dengan cakupan yang lebih luas. Melalui REC, pelanggan memperoleh pengakuan atas atribut energi terbarukan dari listrik yang dihasilkan oleh pembangkit berbasis energi terbarukan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Kolaborasi PLN EMI dan Telkom juga memperlihatkan bagaimana dua instrumen green attribute dapat dimanfaatkan sesuai dengan fungsi masing-masing. SPE-GRK mendukung kebutuhan pengelolaan emisi gas rumah kaca, sedangkan REC mendukung penggunaan atribut energi terbarukan. Pemanfaatan keduanya memberikan alternatif bagi perusahaan dalam menjalankan agenda keberlanjutan dan dekarbonisasi secara lebih terintegrasi.
Direktur Utama PLN EMI, Henri Firdaus, menyampaikan bahwa momentum Hari Emisi Nol Sedunia menjadi pengingat akan pentingnya langkah konkret dan kolaborasi dari berbagai pihak dalam mendorong pengurangan emisi dan penggunaan energi yang semakin berkelanjutan.
“Momentum Hari Emisi Nol Sedunia mengingatkan kita bahwa upaya menuju masa depan yang lebih rendah emisi membutuhkan langkah nyata dan kolaborasi dari berbagai pihak. Kami mengapresiasi kepercayaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk kepada PLN EMI dalam mendukung kebutuhan keberlanjutan melalui pemanfaatan SPE-GRK dan REC,” ujar Henri.
Menurut Henri, kolaborasi tersebut mencerminkan sinergi dalam menghadirkan solusi energi dan lingkungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Pemanfaatan green attribute juga menjadi salah satu pendekatan yang dapat digunakan dunia usaha untuk memperkuat pengelolaan energi sekaligus mendukung agenda dekarbonisasi.
“SPE-GRK dan REC memiliki fungsi yang berbeda, namun dapat saling melengkapi dalam mendukung agenda keberlanjutan perusahaan. Melalui kolaborasi ini, PLN EMI berupaya menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, baik dalam pengelolaan emisi maupun pemanfaatan energi terbarukan,” tambah Henri.
Seiring meningkatnya perhatian dunia usaha terhadap perubahan iklim dan dekarbonisasi, kebutuhan terhadap solusi energi dan lingkungan juga terus berkembang. Perusahaan tidak hanya didorong untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi, tetapi juga semakin memperhatikan sumber energi yang digunakan serta emisi yang dihasilkan dari kegiatan operasionalnya.
Dalam konteks tersebut, pemanfaatan SPE-GRK dan REC dapat menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam menjalankan agenda keberlanjutan. SPE-GRK memberikan instrumen untuk mendukung pengelolaan emisi, sementara REC memberikan akses terhadap atribut energi terbarukan dari pembangkit yang tersedia dalam sistem kelistrikan.
Bagi PLN EMI, kolaborasi dengan Telkom menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan green attribute sekaligus menghadirkan solusi dekarbonisasi yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Sebagai bagian dari PLN Group, PLN EMI terus memperkuat perannya dalam menyediakan solusi di bidang manajemen energi, green attribute, dekarbonisasi, dan environmental services.
PLN EMI juga terus mendorong kolaborasi dengan pelanggan dari berbagai sektor untuk mengintegrasikan aspek efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan pengelolaan emisi ke dalam kegiatan bisnis. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan pilihan solusi yang semakin relevan bagi perusahaan dalam menjalankan agenda keberlanjutannya.
“Kolaborasi dengan Telkom menunjukkan bahwa upaya dekarbonisasi dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret melalui pemanfaatan instrumen energi dan lingkungan yang tersedia. PLN EMI akan terus memperkuat solusi green attribute dan dekarbonisasi untuk mendukung kebutuhan pelanggan sekaligus mendorong berkembangnya ekosistem energi bersih di Indonesia,” kata Henri.
Momentum Hari Emisi Nol Sedunia sekaligus menjadi pengingat bahwa transisi menuju kegiatan ekonomi yang semakin rendah emisi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sinergi PLN EMI dan Telkom menunjukkan bagaimana kolaborasi antar-BUMN dapat diwujudkan melalui langkah konkret dalam pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan emisi.
Ke depan, PLN EMI akan terus memperluas pemanfaatan REC, SPE-GRK, serta berbagai solusi energi dan lingkungan lainnya bagi pelanggan korporasi. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, PLN EMI berkomitmen menghadirkan solusi yang mendukung kebutuhan pelanggan sekaligus berkontribusi terhadap terbentuknya ekosistem energi yang semakin hijau, rendah emisi, dan berkelanjutan.
(Yulianto)
























