SUARAINDONEWS. COM, BALI – Peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia terus diperluas ke sektor-sektor yang memiliki kebutuhan tenaga kerja di pasar global, seperti logistik dan kapal pesiar (cruise ship).
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani, menjajaki peluang penempatan pekerja migran di industri cruise ship dan sektor logistik melalui pertemuan dengan perwakilan MSC Cruise dan Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada), Kamis (1/10/2026).
Dua kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Wamen Christina menghubungkan kebutuhan tenaga kerja di pasar global dengan penyiapan kompetensi di dalam negeri.
Dia menekankan pentingnya penguatan keterampilan yang spesifik sesuai kebutuhan industri, sekaligus memastikan aspek pelindungan tetap menjadi bagian dari proses penempatan pekerja migran.
Bersama MSC Cruise, Wamen Christina membahas penguatan sinergi untuk penyiapan tenaga kerja Indonesia bekerja di industri kapal pesiar.
“Industri cruise ship merupakan salah satu sektor yang memiliki peluang untuk diisi tenaga kerja Indonesia. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan dan pelaku industri agar tenaga kerja yang disiapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk kemampuan bahasa Inggris,” ungkap politisi Partai Golkar ini.
Pada agenda berikutnya, Wamen Christina mengunjungi Politeknik Transportasi Darat Bali (Poltrada) untuk melihat program pendidikan dan pelatihan di bidang manajemen logistik.
“Kami melihat adanya peluang pengembangan kompetensi di bidang tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, baik di bandara, pelabuhan, maupun sektor industri dan manufaktur.
Kami membahas bagaimana program yang sudah ada dapat disesuaikan dengan demand pasar global, termasuk kemungkinan pengembangan pelatihan dengan durasi yang lebih singkat,” jelasnya.
Menurutnya, penyesuaian program pelatihan perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan industri dan pasar kerja di negara tujuan.
Langkah ini, tambahnya, sejalan dengan upaya KemenP2MI memperluas sektor penempatan pekerja migran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang akan bekerja di luar negeri.
“KemenP2MI akan terus membangun kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pelatihan, pemerintah daerah, serta dunia usaha untuk mengembangkan model penyiapan pekerja migran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja,” tambah Wamen Christina.
(Riana P)
























