SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Ferrari Luce, mobil listrik pertama Ferrari, ternyata punya cerita yang cukup bikin kaget. Meski desainnya sempat mengundang kritik dan perdebatan, mobil listrik premium ini justru langsung diserbu pembeli.
Alokasi produksi Ferrari Luce untuk 2026 dilaporkan sudah habis terjual kurang dari dua bulan setelah diperkenalkan secara global.
Bukan cuma di pasar utama Ferrari, pesanan Luce juga sudah masuk dari Australia dan Selandia Baru. Ferrari Australasia memastikan alokasi untuk kedua negara tersebut telah diamankan.
Presiden Ferrari Australasia Michele Comelli mengatakan, minat terhadap Luce datang dari pelanggan lama Ferrari maupun calon pelanggan baru.
“Ferrari Luce telah menjadi perhatian besar baik dari pelanggan maupun orang baru di merek,” kata Comelli kepada CarExpert.
Mobil pelanggan pertama di Australia dijadwalkan tiba pada kuartal IV 2027 atau sekitar Oktober hingga Desember 2027.
Namun, Ferrari akan membawa satu unit Luce ke Australia lebih cepat. Mobil tersebut dijadwalkan tiba pada September 2026 untuk diperlihatkan dalam sejumlah acara pratinjau eksklusif yang digelar jaringan dealer resmi Ferrari.
Menurut laporan Financial Times, Ferrari telah mencapai target penjualan Luce untuk 2026 pada Juli 2026. Sumber yang mengetahui perkiraan internal perusahaan menyebut target penjualan Luce tahun ini hampir 500 unit.
Angka tersebut memang kecil jika dibandingkan dengan produksi Ferrari secara keseluruhan. Sepanjang 2025, Ferrari mengirimkan 15.451 mobil.
Artinya, Luce memang dibuat sebagai mobil yang sangat eksklusif, bukan kendaraan listrik yang diproduksi secara massal.
Yang menarik, kesuksesan penjualan Luce datang setelah desainnya justru sempat menjadi bahan perdebatan.
Saat pertama diperkenalkan, bentuk Luce yang berbeda dari Ferrari selama ini mendapat kritik dari sejumlah penggemar hingga investor.
Mantan Chairman Ferrari Luca Cordero di Montezemolo bahkan secara terbuka menyarankan agar mobil tersebut tidak menggunakan emblem kuda jingkrak Ferrari.
Namun, kritik tersebut ternyata tidak membuat calon pembeli kehilangan minat.
Ferrari menyebut permintaan terhadap Luce juga datang dari konsumen baru yang sebelumnya belum menjadi pelanggan Ferrari. Minat kuat disebut berasal dari China, sementara pengusaha teknologi di Amerika Serikat juga memberikan respons positif.
Strategi Ferrari memang cukup jelas. Luce tidak dibuat untuk menggantikan seluruh model bermesin bensin Ferrari, melainkan menjadi bagian dari strategi multi-energi perusahaan.
Ferrari tetap akan menawarkan mobil bermesin pembakaran, hybrid, dan listrik secara bersamaan.
Luce juga menjadi model yang cukup bersejarah bagi Ferrari. Mobil ini merupakan kendaraan listrik baterai pertama Ferrari sekaligus model lima penumpang pertama dari merek tersebut.
Selain itu, Luce menjadi mobil produksi empat pintu kedua Ferrari setelah Purosangue.
Untuk urusan tenaga, Ferrari tidak main-main.
Luce dibekali empat motor listrik, masing-masing menggerakkan satu roda. Total tenaganya mencapai 772 kW dengan torsi maksimum 990 Nm.
Ferrari mengklaim Luce mampu melesat dari 0-100 kilometer per jam hanya dalam 2,5 detik. Akselerasi 0-200 kilometer per jam ditempuh dalam 6,8 detik.
Kecepatan maksimumnya mencapai 310 kilometer per jam.
Tenaga tersebut berasal dari baterai berkapasitas 122 kWh dengan arsitektur kelistrikan 800 volt. Ferrari mengklaim jarak tempuh Luce mencapai lebih dari 530 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Bobot mobil mencapai 2.260 kilogram. Meski tergolong berat, Ferrari menyebut posisi baterai yang dipasang rendah membantu menurunkan pusat gravitasi mobil.
Dengan teknologi suspensi dan sistem pengendalian yang digunakan, Ferrari bahkan mengklaim Luce mampu memberikan karakter berkendara seperti mobil yang bobotnya sekitar 400 kilogram lebih ringan.
Harga Luce juga tidak bisa dibilang ramah kantong. Mobil listrik Ferrari ini dibanderol sekitar 550.000 euro atau setara sekitar Rp8,9 miliar berdasarkan kurs yang digunakan dalam laporan tersebut, sebelum pajak dan biaya lainnya.
Jadi, ceritanya cukup unik. Desain Ferrari Luce sempat bikin penggemar geleng-geleng kepala, tetapi ketika keran pemesanan dibuka, mobil listrik supermahal ini malah langsung ludes.
Bagi calon pembeli di Australia, masalahnya sekarang bukan lagi soal mau beli atau tidak. Masalahnya adalah harus sabar menunggu sampai akhir 2027 untuk membawa Ferrari listrik pertama itu masuk garasi.
(Robby Bustami)

























