SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Pemerintah Indonesia dan Asian Development Bank (ADB) memperkuat kerja sama di sektor energi bersih dan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan industri serta pembangunan yang berkelanjutan.
Penguatan kerja sama tersebut menjadi salah satu agenda pembahasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Vice President ADB Scott Morris di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Pertemuan membahas berbagai upaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sejumlah agenda strategis turut menjadi perhatian, mulai dari peningkatan investasi dan daya saing ekonomi, penguatan ketahanan pangan dan energi, percepatan transisi menuju energi bersih, hingga pengembangan infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan industri.
Airlangga mengatakan, kerja sama dengan ADB menjadi bagian penting dalam mendukung agenda transformasi ekonomi Indonesia.
Sektor energi terbarukan dan penguatan jaringan listrik menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah sebelumnya menekankan pentingnya ketersediaan energi yang andal, terjangkau, dan semakin bersih untuk mendukung investasi serta pengembangan industri.
Pemerintah juga mendorong pengembangan energi surya hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam beberapa tahun ke depan. Penguatan jaringan transmisi dan sistem kelistrikan dinilai diperlukan agar peningkatan kapasitas energi bersih dapat mendukung kebutuhan industri dan ekonomi digital.
Selain energi, kerja sama Indonesia dan ADB mencakup penguatan investasi, peningkatan daya saing ekonomi, serta pembangunan infrastruktur yang dapat menopang aktivitas ekonomi dan industri.
Ketersediaan infrastruktur dan energi yang memadai menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027, dengan kebutuhan investasi yang diperkirakan mencapai Rp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun.
Airlangga menilai penguatan kemitraan dengan lembaga pembangunan internasional dapat membantu mempercepat berbagai agenda transformasi ekonomi Indonesia.
“Kerja sama yang semakin kuat dengan mitra pembangunan menjadi bagian penting untuk mempercepat transformasi ekonomi Indonesia menuju 2045,” pungkasnya.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur dan transisi energi, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
(Kiki Apriyansyah)

























