SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Sekretariat Jenderal DPR RI terus mendorong penguatan sistem pengamanan di lingkungan Kompleks Parlemen melalui digitalisasi dan integrasi data. Langkah tersebut diwujudkan melalui proyek perubahan Optimalisasi Sistem Pengamanan DPR RI untuk menciptakan sistem pengamanan yang lebih terintegrasi, responsif, tertib, dan berkelanjutan.
Kepala Bagian Pengamanan DPR RI, Kombespol Yulianto, mengatakan optimalisasi sistem pengamanan diperlukan karena mekanisme pengamanan sebelumnya masih banyak dilakukan secara manual, khususnya dalam proses keluar-masuk kendaraan, orang, maupun barang.
“Selama ini proses pengamanan masih banyak dilakukan secara manual. Kondisi tersebut memiliki risiko, sehingga diperlukan optimalisasi melalui sistem digital yang terintegrasi,” ujar Yulianto.

Melalui sistem pengamanan berbasis digital, data kendaraan, orang, dan barang yang memasuki kawasan DPR RI dapat terintegrasi dan teridentifikasi. Salah satu penerapannya dilakukan melalui penggunaan autogate pada akses keluar-masuk kendaraan.
Sistem tersebut memungkinkan proses identifikasi kendaraan dan pemantauan akses dilakukan secara lebih sistematis dan terdokumentasi.
Optimalisasi juga dilakukan dengan memperkuat fungsi Security Command Center sebagai pusat monitoring keamanan. Dengan dukungan database yang terintegrasi, petugas dapat memantau informasi kendaraan, orang, maupun tamu yang keluar dan masuk kawasan DPR RI secara lebih cepat.
Dalam pelaksanaannya, sistem pengamanan DPR RI juga melibatkan sinergi dengan sejumlah instansi terkait. Untuk integrasi data kendaraan, DPR RI berkoordinasi dengan Korlantas Polri, sedangkan data kependudukan untuk mendukung identifikasi orang terintegrasi dengan Dukcapil.
“Dengan integrasi data tersebut, keluar-masuk orang, barang, dan kendaraan dapat teridentifikasi dan termonitor dengan lebih baik,” jelas Yulianto.

Selain penguatan teknologi, proyek perubahan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengamanan. Petugas didorong semakin terlatih dalam mengoperasikan serta memanfaatkan sistem keamanan berbasis digital.
Implementasi optimalisasi sistem pengamanan DPR RI mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik internal maupun eksternal DPR RI. Dukungan tersebut antara lain datang dari Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) Rizqi Aulia Natakusumah, Plt. Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Wibowo, serta Badan Intelijen Negara (BIN).
Para pihak yang terlibat mendorong agar sistem pengamanan tidak berhenti pada implementasi jangka pendek, tetapi terus dikembangkan dalam jangka menengah dan jangka panjang.
“Harapannya, sistem ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan keamanan di DPR RI,” kata Yulianto.

Dari sisi pengguna, penerapan sistem digital juga memberikan kemudahan bagi pegawai maupun masyarakat yang berkunjung ke Kompleks Parlemen. Salah satunya melalui Visitor Management System (VMS) yang memungkinkan pengunjung melakukan pengisian data secara digital dan memperoleh barcode sebagai akses masuk.
Dengan sistem tersebut, pengunjung tidak lagi perlu meninggalkan KTP untuk ditukar dengan kartu tamu. Proses registrasi menjadi lebih praktis, sementara data kunjungan tetap tercatat dalam sistem.
Optimalisasi Sistem Pengamanan DPR RI diharapkan dapat menghadirkan lingkungan Kompleks Parlemen yang semakin aman, tertib, nyaman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sistem tersebut sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung pengamanan kawasan DPR RI.
(Purwantiningsih)
























