Keunikan produk Fuguku terlihat dalam ajang Urban Sneaker Society (USS) 2026 di Jakarta, Minggu (8/11/2026). Di lokasi pameran, pekerja terlihat sibuk membuat aksesori fesyen dengan teknik khusus yang menghasilkan tekstur khas menyerupai duri ikan buntal.
Bukan sekadar mengandalkan desain yang unik, Fuguku juga membawa pesan penting tentang keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Brand fesyen lokal ini mengolah limbah botol plastik pascakonsumsi menjadi material kain untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah.
Didirikan pada 2022 oleh desainer Savira Lavinia, Fuguku dikenal melalui koleksi andalannya, Fugu Bag. Produk ini memiliki tekstur tiga dimensi yang khas, fleksibel, serta dapat mengembang mengikuti kapasitas barang yang dimasukkan dan kembali menyusut ketika kosong.
Keunikan desain tersebut lahir dari perpaduan teknik tradisional ikat celup jumputan Indonesia dan teknik lipat Bai-Shibori Jepang. Setiap tonjolan pada permukaan kain dibentuk melalui proses pengerjaan tangan yang membutuhkan ketelitian dan keterampilan khusus.
Menariknya, di balik tampilan produknya yang modern dan penuh warna, Fuguku juga membawa misi sosial. Proses produksinya melibatkan lebih dari 70 pengrajin perempuan di kawasan perkotaan sekitar Jabodetabek.
Melalui pola produksi tersebut, para perempuan, termasuk ibu rumah tangga, mendapat kesempatan memperoleh penghasilan mandiri tanpa harus bekerja di pabrik besar.
Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui penggunaan material 100 persen recycled polyester yang berasal dari limbah botol plastik pascakonsumsi. Fuguku turut menyediakan layanan perbaikan untuk menjaga kualitas dan memperpanjang masa pakai produknya.
Kini, Fuguku tidak hanya mengembangkan koleksi tas dalam berbagai ukuran, tetapi juga merambah produk pakaian siap pakai (ready-to-wear) dan aksesori fesyen.
Sebagai salah satu UMKM binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Fuguku menjadi contoh bagaimana kreativitas, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dipadukan menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Kehadiran Fuguku di USS 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa produk UMKM Indonesia mampu tampil kreatif, punya karakter kuat, dan menawarkan konsep keberlanjutan yang semakin relevan dengan perkembangan industri fesyen.
(Yulianto)























