Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Rosiade Padel Tournament 2026 seri ketiga di Crown Padel Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (7/11/2026). Turnamen yang digelar secara gratis itu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Jumlah pendaftar bahkan mencapai ribuan orang.
Andre mengatakan, tingginya minat masyarakat membuat panitia harus membatasi jumlah peserta. Pada seri ketiga ini, sebanyak 350 peserta mendapat kesempatan mengikuti pertandingan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
“Pendaftarnya ribuan ya. Tapi karena ini gratis, kita batasi kalau enggak salah peserta 350 orang. Pertandingan saya enggak tahu berapa match, yang pasti dari jam 07.00 pagi sampai jam 11.00 malam untuk banyaknya match,” kata Andre.
Menurut Andre, Rosiade Padel Tournament direncanakan berlangsung secara rutin sebanyak lima kali dalam setahun. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pertumbuhan ekosistem padel sekaligus upaya memperkuat pembinaan atlet agar mampu mengukir prestasi dan mengharumkan nama Indonesia.
“Turnamen ini insyaallah kita akan adakan secara rutin selalu lima kali dalam setahun. Dalam rangka mendukung ekosistem padel ini supaya tumbuh dan berkembang dan mendukung Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), federasi padel untuk terus bisa mengadakan turnamen-turnamen agar munculnya atlet-atlet berprestasi yang bisa memberikan prestasi untuk Merah Putih,” ujarnya.
Andre menilai, perkembangan olahraga padel di Indonesia mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dari capaian medali perak pada Asian Games serta keberhasilan tim nasional padel putri melaju ke kejuaraan dunia.
“Dan alhamdulillah kita mengapresiasi sampai saat ini di Asian Games Padel sudah meraih medali perak, lalu juga untuk kejuaraan dunia, Piala Dunia juga kita sudah meloloskan tim nasional perempuan kita dan juga meraih prestasi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa padel memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai cabang olahraga prestasi. Dengan demikian, padel tidak lagi sekadar olahraga populer yang digemari karena mengikuti tren atau fenomena fear of missing out (FOMO).
Untuk memperluas kesempatan berkompetisi, Andre menjelaskan bahwa lima agenda turnamen yang direncanakan setiap tahun akan menghadirkan sejumlah kategori. Di antaranya turnamen fun, kompetisi khusus muslimah, serta turnamen junior selama tiga hari yang mempertandingkan kelompok usia U-10 hingga U-18.
Selain itu, Rosiade Padel Tournament juga akan menghadirkan kompetisi berstandar internasional dalam kalender Federasi Padel Internasional (FIP), yakni FIP Bronze untuk kategori senior dan FIP Promises untuk kategori junior.
“Jadi targetnya jelas. Kita akan adakan turnamen lima kali setahun di sini. Lima kali setahun ini ada turnamen fun seperti ini, ada turnamen yang khusus muslimah, nanti ada turnamen yang khusus anak-anak tiga hari untuk U-10 sampai U-18, ada yang memang turnamennya series dunia nanti FIP itu, ada FIP Bronze untuk senior, ada FIP Promises untuk junior,” jelasnya.
Tidak hanya melalui penyelenggaraan turnamen, Andre juga menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan Liga Padel Indonesia. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan tim Rosiade Padel Club dalam kompetisi tersebut.
“Lalu juga mendukung penuh Liga Padel Indonesia dengan support dengan mengirimkan tim Rosiade Padel Club yang mudah-mudahan bisa meraih gelar Liga Padel Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengapresiasi inisiatif Andre Rosiade dalam mendorong perkembangan olahraga padel melalui penyelenggaraan turnamen secara rutin.
Menurut Erick, kegiatan olahraga tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar. Terlebih, industri olahraga dan sport tourism dapat menjadi salah satu sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ya, saya apresiasi ketika ada tokoh masyarakat seperti Pak Andre, yang bisa terus menggerakkan tentu kesehatan masyarakat. Apalagi ada perekonomiannya, karena memang ini yang selalu saya bilang, Kemenpora sendiri sekarang kan sudah mulai menggarap juga pertumbuhan ekonomi,” kata Erick.
Erick menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan olahraga dapat menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan berbagai sektor usaha. Salah satunya adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.
“Masyarakat bisa berolahraga, UMKM bergerak, nanti juga bagian jadi pertumbuhan ekonomi bangsa. Jadi saya apresiasi,” ujarnya.
Erick berharap Rosiade Padel Tournament dapat terus berlangsung dalam jangka panjang dan menjadi inspirasi bagi tokoh masyarakat lainnya untuk ikut berkontribusi dalam memajukan olahraga nasional.
“Jadi selamat kepada tentu turnamen Andre Rosiade ya, mudah-mudahan karena ini sudah berjalan 1,5 tahun, mudah-mudahan berjalan lebih dari 15 tahun, amin,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rosiade Padel Tournament 2026 juga menerima dua penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
Penghargaan pertama diberikan atas penyelenggaraan turnamen padel gratis secara seri dengan jumlah peserta terbanyak. Sementara penghargaan kedua diberikan untuk kategori turnamen padel gratis secara seri dengan hadiah uang tunai terbanyak.
Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas konsistensi penyelenggaraan turnamen sekaligus upaya mendorong semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam olahraga padel di Indonesia.
(Yulianto)























