SUARAINDONEWS.COM, BANDUNG BARAT — Program infak Rp500 per hari yang dijalankan SMAN 1 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, kembali mengantarkan siswa dan guru untuk menjalankan ibadah umrah.
Program yang diberi nama Infaq Umrah SMAN 1 Padalarang tersebut telah berjalan selama tiga tahun dan secara berturut-turut memberangkatkan siswa serta guru sejak 2023.
Pada 2026, sekolah kembali memilih satu siswa dan satu guru untuk diberangkatkan ke Tanah Suci pada Oktober. Penerima dari kalangan siswa adalah As Syakira Pratama, sedangkan guru yang terpilih adalah Rizky Rianty.
Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, mengatakan program tersebut dijalankan berdasarkan kesepakatan bersama dengan melibatkan guru, komite sekolah dan orang tua siswa.
Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan agar program infak tidak menimbulkan persepsi sebagai pungutan kepada siswa.
“Saya tidak mau juga ada kesan ini pungutan, sehingga ini kami tekankan untuk kedisiplinan, gotong royong, komitmen, dan ini suatu hal yang sangat positif,” ujar Lina.
Infak dari siswa dikumpulkan sebesar Rp500 per hari. Sementara tenaga kependidikan juga turut berkontribusi melalui infak yang dikelola untuk mendukung program tersebut.
Lina menjelaskan, penerima program tidak ditentukan melalui undian. Siswa yang mengikuti seleksi harus melewati sejumlah tahapan, mulai dari penilaian perilaku, catatan guru Bimbingan dan Konseling (BK), hingga kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Seleksi juga dilakukan melalui munaqosah tahfiz yang mencakup hafalan, tajwid dan kemampuan menyambung ayat.
Pada 2026, sebanyak 16 siswa mengikuti tahapan seleksi hafalan dan tajwid sebelum akhirnya satu siswa ditetapkan sebagai penerima beasiswa umrah.
“Memang ini program di sekolah kami, beasiswa umrah. Tapi kalau nama resminya Infaq Umrah SMAN 1 Padalarang. Tahun ini satu siswa dan satu guru yang berangkat,” kata Lina.
Program tersebut telah memberangkatkan total empat siswa dan tiga guru ke Tanah Suci sejak pertama kali dilaksanakan.
Pihak sekolah menyebut pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan program dilaksanakan dengan semangat gotong royong warga sekolah.
As Syakira, siswa yang terpilih pada 2026, mengaku senang setelah dinyatakan mendapat kesempatan menjalankan ibadah umrah melalui program tersebut.
“Saya sangat senang. Sudah tiga tahun mengikuti program ini, tetapi tidak menyangka akhirnya bisa terpilih,” ujarnya.
Dengan keberangkatan satu siswa dan satu guru pada Oktober 2026, SMAN 1 Padalarang kembali melanjutkan program yang menggabungkan kebiasaan berinfak, pendidikan karakter dan pembinaan tahfiz Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
(Tunggul Radjipa)

























