SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Gerindra Ruby Chairani Syiffadia mendorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajukan tambahan anggaran untuk memperluas program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Ruby mengatakan Kemdiktisaintek telah memperoleh tambahan pagu anggaran sebesar Rp1,267 triliun dari anggaran yang diarahkan untuk memperluas cakupan KIP Kuliah. Namun, menurutnya, masih terdapat kebutuhan tambahan anggaran untuk sektor pendidikan tinggi dan Saintek.
“Kami dari Fraksi Gerindra mendorong agar Kemdiktisaintek mengajukan tambahan tersebut,” kata Ruby dalam rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) di Jakarta, Senin (21/09/2026).
Menurut Ruby, tambahan anggaran tersebut mencakup sejumlah kebutuhan mendasar dalam sektor pendidikan tinggi. Karena itu, pengajuan tambahan anggaran perlu disertai dengan perencanaan dan target yang jelas.
Ruby menekankan, dukungan anggaran tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan jumlah anggaran.
Pemerintah juga perlu memastikan ketepatan sasaran, kejelasan indikator kinerja, serta dampak nyata terhadap sektor pendidikan.
“Kami juga perlu menekankan, pasti bukan semata-mata penambahan anggaran, tetapi penempatan sasaran, kejelasan indikator kinerja dan dampaknya terhadap pendidikan ini,” ujarnya.
Politisi Muda Partai Gerindra tersebut berharap setiap usulan tambahan anggaran dilengkapi target yang terukur dan didukung basis data yang jelas. Selain itu, diperlukan mekanisme evaluasi untuk memastikan penggunaan anggaran memberikan hasil sesuai dengan tujuan program.
Dengan demikian, setiap anggaran yang dialokasikan dapat berdampak pada peningkatan akses pendidikan, pemenuhan kebutuhan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga manfaat hasil riset bagi masyarakat.
“Kami berharap setiap usulan tambahan dapat dilengkapi dengan target yang terukur, basis data yang jelas serta mekanisme evaluasi sehingga setiap rupiah anggaran benar-benar dapat diterjemahkan menjadi peningkatan akses, kebutuhan pendidikan, kualitas SDM, dan manfaat riset bagi masyarakat,” tutupnya.
(Agus Marwan)
























