SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi kementerian/lembaga (K/L) dengan alokasi anggaran terbesar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. BGN mendapat alokasi sebesar Rp240,2 triliun.
Anggaran tersebut menempatkan BGN di posisi pertama, mengungguli Kementerian Pertahanan (Kemenhan) sebesar Rp189 triliun dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebesar Rp139,2 triliun.
Dalam RAPBN 2027, pemerintah merencanakan belanja negara sebesar Rp4.097,2 triliun. Angka tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.362,2 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp735 triliun. Pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun, dengan defisit anggaran dirancang sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Berdasarkan daftar 10 K/L dengan alokasi anggaran terbesar, total anggaran yang diterima kelompok tersebut mencapai sekitar Rp1.133,58 triliun.
Selain BGN, Kementerian Pertahanan memperoleh Rp189 triliun, Polri Rp139,2 triliun, Kementerian Pekerjaan Umum Rp114,6 triliun, dan Kementerian Kesehatan Rp102,1 triliun.
Berikutnya, Kementerian Agama mendapat Rp87,7 triliun, Kementerian Sosial Rp84,7 triliun, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Rp65,2 triliun, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Rp61,1 triliun, serta Kementerian Keuangan Rp49,8 triliun.
Besarnya alokasi anggaran BGN berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2027, sekitar Rp232,78 triliun dari total anggaran BGN dialokasikan untuk program MBG. Sementara sekitar Rp7,41 triliun digunakan untuk operasional BGN.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan sekitar 97 persen dari total anggaran BGN akan digunakan untuk program, sedangkan sekitar 3 persen dialokasikan untuk kebutuhan operasional.
Dalam RAPBN 2027, sasaran penerima manfaat program MBG diproyeksikan mencapai sekitar 72,1 juta orang.
Anggaran BGN sebesar Rp240,2 triliun juga menjadi sorotan karena terdapat perbedaan angka dalam dokumen RAPBN yang beredar. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kemudian memastikan angka yang digunakan untuk alokasi BGN 2027 adalah Rp240,2 triliun.
Secara keseluruhan, anggaran belanja kementerian/lembaga dalam RAPBN 2027 direncanakan sekitar Rp1.504,7 triliun. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan pagu APBN 2026 sebesar Rp1.510,5 triliun.
Dari sisi prioritas, pemerintah mengarahkan RAPBN 2027 untuk mendukung sejumlah agenda nasional, antara lain kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan infrastruktur serta ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.
Dengan alokasi Rp240,2 triliun, BGN menjadi lembaga dengan anggaran terbesar dalam RAPBN 2027. Posisi tersebut menunjukkan besarnya porsi anggaran yang disiapkan pemerintah untuk pelaksanaan program gizi nasional, khususnya Makan Bergizi Gratis.
(Riana P)

























