SUARAINDONEWS.COM, ABU DHABI — Nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi, ternyata bukan cuma dikenal di Tanah Air. Di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, nama Jokowi diabadikan menjadi nama sebuah ruas jalan strategis. Keren, bukan? Nama mantan orang nomor satu Indonesia ini terpampang di jalan utama ibu kota UEA!
Jalan tersebut dikenal dengan nama President Joko Widodo Street. Bukan jalan kecil di gang permukiman, ruas ini memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dan berada di kawasan strategis dekat Abu Dhabi National Exhibition Centre atau ADNEC, serta kawasan kedutaan.
Penamaan jalan ini diresmikan pada 19 Oktober 2020. Peresmiannya dilakukan oleh Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, atas arahan Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan yang saat itu menjabat Putra Mahkota Abu Dhabi.
Lantas, kenapa nama Jokowi bisa diabadikan di sana?
Penamaan ini merupakan bentuk penghormatan pemerintah UEA atas kontribusi Jokowi dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Kerja sama Indonesia dan UEA berkembang di berbagai sektor, mulai dari ekonomi, perdagangan, investasi, hingga pembangunan.
Bagi Jokowi, penghargaan tersebut bukan sekadar soal nama yang terpampang di sebuah ruas jalan. Ia memandangnya sebagai bentuk penghormatan kepada Indonesia sekaligus simbol persahabatan kedua negara.
Menariknya, hubungan Indonesia dan UEA juga punya cerita timbal balik. Di Indonesia, nama Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan diabadikan pada Jalan Layang MBZ yang membentang di ruas Jakarta–Cikampek II Elevated.
Jadi, bukan cuma Indonesia yang memberikan penghormatan kepada pemimpin UEA. Abu Dhabi juga mengabadikan nama pemimpin Indonesia di wilayahnya.
Belum selesai! Di Abu Dhabi juga berdiri Masjid Presiden Joko Widodo yang resmi dibuka untuk umum pada Desember 2023. Masjid tersebut menjadi simbol lain dari hubungan erat Indonesia dan UEA.
Artinya, hubungan kedua negara bukan hanya dibangun lewat pertemuan pejabat atau kerja sama di atas kertas. Ada pula simbol yang bisa dilihat langsung, mulai dari nama jalan hingga bangunan keagamaan.
Nama Jokowi di jalan Abu Dhabi, nama MBZ di jalan layang Indonesia. Dua nama, dua negara, satu pesan: persahabatan internasional bisa meninggalkan jejak yang nyata!
(Yulianto)

























