SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Indonesia akan kembali menerima 18 unit jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation, Prancis, mulai 2027. Kedatangan pesawat tempur tersebut akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan berlangsung hingga 2029.
Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi memastikan tambahan Rafale tersebut merupakan bagian dari pengadaan 42 unit pesawat tempur Rafale yang sebelumnya telah dipesan pemerintah Indonesia dari Prancis.
“Di tahun depan, kita akan kedatangan lagi 18 secara bertahap, ya. Secara bertahap sampai dengan diperkirakan di tahun 2029,” kata Tedi saat ditemui awak media di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (23/9/2026).
Tedi belum merinci jumlah pesawat yang akan diterima pada setiap gelombang maupun jadwal pasti kedatangan masing-masing unit. Namun, ia memastikan TNI AU telah menyiapkan fasilitas untuk mendukung pengoperasian dan perawatan Rafale.
Kesiapan tersebut, menurut Tedi, terlihat dari pengoperasian Rafale yang saat ini telah berjalan di Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau.
Total pesanan 42 Rafale
Pengadaan Rafale Indonesia dilakukan dalam tiga tahap. Kontrak tahap pertama untuk enam unit efektif pada September 2022, kemudian tahap kedua sebanyak 18 unit efektif pada Agustus 2023.
Tahap ketiga mencakup 18 unit terakhir. Dengan demikian, total Rafale yang dipesan Indonesia mencapai 42 unit. Dassault Aviation menyatakan kontrak tahap terakhir tersebut efektif pada Januari 2024.
Hingga September 2026, TNI AU telah menerima enam unit Rafale. Tiga unit pertama tiba pada awal 2026, kemudian tiga unit berikutnya diterima pada gelombang selanjutnya.
Jika kedatangan 18 unit berikutnya berlangsung sesuai rencana, armada Rafale Indonesia akan terus bertambah secara bertahap hingga 2029. Setelah seluruh pesanan terpenuhi, 42 unit Rafale akan menjadi bagian dari armada pesawat tempur TNI AU.
TNI AU mulai tingkatkan kemampuan operasi Rafale
Selain penambahan armada, kemampuan operasional Rafale TNI AU juga terus dikembangkan melalui latihan bersama dengan Angkatan Udara Prancis.
Dalam Misi PEGASE 2026 di Indonesia, Rafale TNI AU dan Rafale Prancis melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara atau air-to-air refueling. Latihan tersebut berlangsung di sekitar Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 23 September 2026.
Komandan Misi PEGASE 2026 Mayor Jenderal Julien Sabene mengatakan kemampuan pilot Rafale TNI AU mendapat apresiasi dari pihak Prancis.
“Secara taktis mereka sangat hebat. Mereka paham dengan cepat, mereka terbang dengan cara yang sama seperti kami terbang, sehingga saya memiliki kepercayaan penuh pada kemampuan mereka untuk mencapai tingkat operasional penuh,” kata Sabene.
Menurut Sabene, sejumlah pilot TNI AU sebelumnya telah menjalani pelatihan di Prancis. Kemampuan tersebut dinilai membantu proses pemahaman dan pengoperasian Rafale.
Sabene juga menyebut kemampuan pengisian bahan bakar di udara merupakan keahlian yang membutuhkan pelatihan khusus.
“Jika mereka ingin melakukan latihan pengisian bahan bakar di udara, itu bukan masalah besar bagi mereka. Ini hanya masalah mengalokasikan waktu dalam kurikulum pelatihan, dan kami sangat bersedia membantu memberikan keahlian kami,” ujarnya.
Sementara itu, Letkol Pnb Oliv Rizando, Kepala Seksi Operasi dan Latihan Wing Udara 3 Tempur Lanud Roesmin Nurjadin, mengatakan penerbang Rafale harus memenuhi sejumlah kualifikasi, termasuk kemampuan air-to-air dan air-to-surface.
“Main dari pada CASSARD yang kita laksanakan adalah air-to-air refueling. Kita melaksanakan engagement dengan pesawat KC MRTT dari French Air Force, yang mana ini adalah suatu kemampuan yang harus kita miliki untuk meningkatkan endurance dan radius of action dari pesawat tempur yang kita miliki,” kata Oliv.
Kerja sama pertahanan Indonesia-Prancis
Latihan PEGASE 2026 sekaligus menjadi bagian dari kerja sama pertahanan Indonesia dan Prancis. Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin bersama Menteri Angkatan Bersenjata dan Veteran Prancis Catherine Vautrin meninjau latihan tersebut di Lanud Halim Perdanakusuma pada 24 September 2026.
Kementerian Pertahanan menyebut PEGASE 2026 merupakan latihan gabungan TNI AU dan French Air and Space Force sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat interoperabilitas serta kerja sama pertahanan kedua negara.
Dengan tambahan 18 Rafale mulai 2027 dan pengembangan kemampuan melalui latihan bersama, Indonesia melanjutkan proses pembentukan dan pengoperasian armada Rafale yang total pesanannya mencapai 42 unit.
Kedatangan seluruh pesanan tersebut dijadwalkan berlangsung secara bertahap, dengan penyelesaian tambahan 18 unit berikutnya diperkirakan pada 2029.
(Purwantiningsih)

























