SUARAINDONEWS.COM, AMSTERDAM — Festival maritim internasional SAIL Amsterdam 2025 sukses menarik perhatian dunia. Sebanyak 2,5 juta pengunjung memadati kawasan pelabuhan dan tepi perairan Amsterdam, Belanda, selama lima hari penyelenggaraan pada 20–24 Agustus 2025.
Festival yang digelar setiap lima tahun sekali ini menghadirkan ratusan kapal layar bersejarah, kapal bertiang tinggi atau tall ships, kapal modern, hingga armada laut dari berbagai negara. Ribuan kapal dan perahu memenuhi perairan Amsterdam, menciptakan pemandangan maritim yang menjadi daya tarik utama acara tersebut.
Dikutip dari laporan resmi penyelenggara SAIL Amsterdam pada 24 Agustus 2025, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 2,5 juta orang. Angka itu melampaui jumlah pengunjung pada penyelenggaraan 2015 yang mencapai sekitar 2,3 juta orang.
SAIL 2025 sekaligus menjadi perayaan tiga momentum penting, yakni penyelenggaraan ke-10 sejak festival pertama digelar pada 1975, peringatan 50 tahun SAIL, serta ulang tahun ke-750 Kota Amsterdam.
Kapal Bersejarah Jadi Pusat Perhatian
Salah satu atraksi utama festival ini adalah SAIL-In Parade, yakni prosesi kedatangan kapal-kapal dari IJmuiden melalui Terusan Laut Utara menuju perairan IJ di Amsterdam.
Associated Press melaporkan pada 20 Agustus 2025, ratusan kapal bersejarah memasuki Amsterdam dalam pawai yang disaksikan ribuan orang dari tepi perairan. Sejumlah kapal dihiasi bendera warna-warni, sementara suara klakson kapal mengiringi perjalanan armada menuju pelabuhan.
Pengunjung tidak hanya menyaksikan kapal dari daratan. Sebagian ikut berlayar menggunakan perahu kecil, sementara beberapa kapal menyediakan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat warisan sejarah pelayaran.
Kapal-kapal tersebut merepresentasikan perjalanan panjang dunia maritim, mulai dari tradisi pelayaran klasik hingga perkembangan teknologi kapal modern.
Lima Hari Dipenuhi Atraksi Maritim
Selama festival berlangsung, pengunjung dapat menikmati parade awak kapal, pertunjukan musik, kegiatan budaya, atraksi kapal, serta pertunjukan cahaya malam bertajuk Waves of Light.
Menurut penyelenggara, terdapat lebih dari 200 kegiatan yang dapat diakses secara gratis. Pelaksanaan acara juga didukung lebih dari 2.500 relawan dan puluhan mitra.
Puncak keramaian terjadi pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Penyelenggara dan Pemerintah Kota Amsterdam menilai hari tersebut menjadi hari tersibuk dalam sejarah penyelenggaraan SAIL hingga saat itu.
Media penyiaran publik Belanda, NOS, juga melaporkan bahwa prosesi penutupan atau SAIL-Out Parade pada Minggu, 24 Agustus 2025, kembali menarik banyak penonton. Kapal-kapal kemudian meninggalkan Amsterdam melalui Terusan Laut Utara menuju IJmuiden.
Bukan Sekadar Festival Kapal
SAIL Amsterdam tidak hanya menjadi tontonan bagi wisatawan. Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat, awak kapal internasional, pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas maritim.
Dalam laporan dampak SAIL 2025, penyelenggara menyoroti sejumlah aspek, termasuk keberlanjutan, inklusi, pengembangan talenta, dan inovasi. Festival tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap kegiatan ekonomi lokal serta memperkenalkan sejarah maritim kepada generasi muda.
Wali Kota Amsterdam Femke Halsema menyampaikan apresiasi terhadap suasana festival dan partisipasi masyarakat. Sementara Direktur SAIL Amsterdam Mitra van Raalten menekankan peran acara tersebut sebagai ruang pertemuan berbagai generasi, budaya, dan sektor.
Dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 2,5 juta orang, SAIL 2025 kembali memperlihatkan besarnya daya tarik festival maritim berskala internasional.
Masyarakat yang ingin menyaksikan kemeriahan berikutnya masih harus menunggu. Berdasarkan informasi resmi pariwisata Amsterdam, SAIL Amsterdam dijadwalkan kembali pada 2030.
(Purwantiningsih)
























