SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran mulai memunculkan optimisme baru di tengah ketidakpastian global. Wakil Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar, Dave Laksono, berharap momentum ini benar-benar menjadi awal perdamaian dan tidak dirusak oleh aksi-aksi yang berpotensi memicu konflik baru.
Dalam diskusi yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP), Dave menegaskan bahwa Indonesia menyambut positif langkah penghentian serangan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. Namun ia mengingatkan bahwa perdamaian tidak cukup hanya dengan pernyataan politik.
Menurutnya, semua pihak, termasuk sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, harus menunjukkan komitmen yang sama agar situasi tidak kembali memanas.
“Jangan sampai ada gerakan tambahan yang justru memicu eskalasi baru,” kata Dave.
Pernyataan tersebut merujuk pada kekhawatiran munculnya aksi militer lanjutan yang dapat menggagalkan upaya damai yang sedang dibangun. Ia menilai stabilitas kawasan Timur Tengah sangat penting karena dampaknya langsung dirasakan oleh negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Dave menyoroti bahwa gejolak geopolitik selama beberapa waktu terakhir telah memberi tekanan terhadap ekonomi global. Meski harga minyak dunia mulai turun ke bawah level 70 dolar AS per barel, menurutnya Indonesia masih perlu mewaspadai berbagai dampak lanjutan terhadap nilai tukar rupiah dan pasar modal.
“Kita berharap situasi ini bisa membantu pemulihan ekonomi, tetapi tetap harus dibarengi kebijakan fiskal dan ekonomi dalam negeri yang kuat agar stabilitas benar-benar terjaga,” ujarnya.
Politikus Golkar itu juga menegaskan pentingnya peran diplomasi Indonesia yang selama ini menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif. Menurut Dave, Indonesia harus terus menjadi bagian dari solusi dengan mendorong dialog dan perdamaian, bukan memperbesar tekanan terhadap pihak-pihak yang bertikai.
Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengawal proses perdamaian melalui berbagai forum internasional, termasuk di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Selain itu, Dave juga mendorong adanya perhatian serius terhadap proses pemulihan pascakonflik di kawasan Timur Tengah, termasuk pembangunan kembali wilayah-wilayah yang terdampak perang seperti Gaza Strip dan Lebanon.
Menurutnya, perdamaian yang sesungguhnya bukan hanya berhentinya serangan militer, tetapi juga bagaimana masyarakat yang menjadi korban dapat kembali hidup normal dan mendapatkan kesempatan membangun masa depan.
“Kalau semua pihak memegang komitmen, maka perdamaian akan benar-benar terwujud. Yang terpenting sekarang adalah memastikan tidak ada lagi tindakan yang memicu konflik baru,” tegasnya.
Kesepakatan damai AS-Iran saat ini memang masih menjadi sorotan dunia. Banyak pihak berharap jeda konflik yang tercipta dapat menjadi titik balik bagi stabilitas Timur Tengah sekaligus memberi angin segar bagi perekonomian global yang sempat terguncang akibat ketegangan geopolitik.
(Anton)

























