SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA– Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka dan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini menegaskan pentingnya peran insan pers dalam mengawal demokrasi Indonesia. Keduanya menilai karya jurnalistik, khususnya foto jurnalistik, tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga bagian dari warisan sejarah bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan Pameran Foto Jurnalistik “Warna-Warni Parlemen #16” dan Pengumuman Anugerah Jurnalistik Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Rieke Diah Pitaloka mengatakan setiap karya yang dihasilkan wartawan parlemen memiliki nilai sejarah yang akan menjadi referensi bagi generasi mendatang dalam memahami perjalanan demokrasi Indonesia.
Menurutnya, foto jurnalistik tidak sekadar merekam sebuah peristiwa, tetapi juga menyimpan cerita mengenai perjuangan, dinamika politik, hingga pengabdian para wakil rakyat kepada masyarakat.
“Selama mengemban amanah rakyat di gedung ini saya tidak pernah melangkah sendirian. Selalu ada dedikasi luar biasa dari rekan-rekan media yang tergabung dalam KWP yang mengawal setiap proses demokrasi di parlemen,” ujar Rieke.
Politikus PDI Perjuangan itu mengenang perjalanan awalnya sebagai anggota DPR RI lebih dari tiga dekade lalu yang juga terekam oleh kamera para wartawan parlemen.
Ia menilai media memiliki peran penting dalam memastikan setiap proses pembentukan kebijakan, mulai dari pembahasan undang-undang, fungsi pengawasan, hingga pengambilan keputusan politik dapat diketahui masyarakat secara terbuka.
Rieke menyebut 100 karya foto yang dipamerkan dalam “Warna-Warni Parlemen #16” menjadi rekaman berbagai momentum penting yang terjadi di parlemen.
“Karya-karya itu sedang merajut memori kolektif perjuangan bangsa. Setiap jepretan lensa bukan sekadar rekaman visual, tetapi menyimpan cerita tentang kerja keras, perdebatan, hingga pengabdian untuk rakyat,” katanya.
Menurut Rieke, perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan keterbukaan informasi serta pengawasan publik. Karena itu, sinergi antara parlemen dan media massa harus terus diperkuat.
Pada kesempatan tersebut, Rieke juga meluncurkan Anugerah Jurnalistik KWP 2026 yang mengusung tema “DPR di Panggung Dunia”. Ia berharap karya jurnalistik mampu memperkenalkan kiprah DPR RI, baik di bidang legislasi, anggaran, pengawasan maupun diplomasi internasional kepada masyarakat dunia.
“Melalui tulisan, analisis mendalam, dan karya foto jurnalistik, dunia dapat melihat bagaimana demokrasi Indonesia tumbuh semakin matang dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Jenderal DPR RI Suprihartini menyampaikan apresiasi kepada Koordinatoriat Wartawan Parlemen yang selama 16 tahun secara konsisten menyelenggarakan Anugerah Jurnalistik dan Pameran Foto Jurnalistik Parlemen.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen insan pers dalam membangun budaya jurnalistik yang profesional, berkualitas, dan bertanggung jawab kepada publik.
“Kami atas nama Sekretariat Jenderal DPR RI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Koordinator Wartawan Parlemen yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan ini dari tahun ke tahun. Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen membangun budaya jurnalistik yang profesional, berkualitas, dan bertanggung jawab kepada publik,” kata Suprihartini.
Ia menilai tema Anugerah Jurnalistik KWP 2026, “Mengawal dan Mewujudkan Indonesia Emas”, sangat relevan dengan tantangan pembangunan nasional menuju 2045.
Menurut Suprihartini, Indonesia Emas tidak hanya membutuhkan kerja keras pemerintah dan lembaga negara, tetapi juga dukungan media massa yang independen, kritis, dan berimbang.
“Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan kerja keras para penyelenggara negara, tetapi juga memerlukan peran media massa yang independen, kritis, dan berimbang sebagai salah satu pilar penting yang memastikan proses demokrasi berjalan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Suprihartini juga menilai foto jurnalistik memiliki kekuatan yang tidak dimiliki bentuk dokumentasi lainnya karena mampu merekam sejarah sekaligus menghadirkan perspektif yang kuat terhadap perjalanan demokrasi.
“Foto tidak hanya mengabadikan peristiwa, tetapi juga merekam sejarah, menyampaikan pesan, dan menghadirkan perspektif yang mungkin tidak selalu dapat diwakili oleh kata-kata,” katanya.
Ia berharap Anugerah Jurnalistik KWP menjadi motivasi bagi wartawan parlemen untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, sekaligus memperkuat profesionalisme dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
Suprihartini menambahkan Sekretariat Jenderal DPR RI akan terus mendukung terciptanya hubungan kerja yang sehat dan profesional antara parlemen dengan media agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPR RI.
Kegiatan Pengumuman Anugerah Jurnalistik KWP 2026 dan Pameran Foto Jurnalistik “Warna-Warni Parlemen #16” menjadi bagian dari apresiasi terhadap karya-karya wartawan parlemen yang selama ini mendokumentasikan berbagai dinamika demokrasi di Indonesia sekaligus memperkuat peran pers dalam mengawal perjalanan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
(Yulianto)
























