SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – China bergerak cepat memperkuat sistem pertahanan planet. Negeri Tirai Bambu itu tengah mengembangkan sistem peringatan dini asteroid yang dirancang untuk mendeteksi benda langit berbahaya sebelum mendekati Bumi.
Teknologi tersebut akan menggabungkan jaringan teleskop berbasis darat dengan konstelasi satelit di orbit, sehingga mampu memantau pergerakan asteroid secara lebih akurat dan memberikan peringatan lebih dini jika muncul potensi ancaman.
Rencana ambisius ini diungkap oleh Science and Technology Daily, media resmi pemerintah China, yang mengutip Kepala Ilmuwan Pusat Riset Pemantauan dan Peringatan Dini Asteroid di bawah China National Space Administration (CNSA), Li Mingtao.
Menurut Li, hingga saat ini belum ada asteroid yang diketahui berada di jalur tabrakan langsung dengan Bumi. Namun, masih banyak asteroid dekat Bumi (Near-Earth Asteroids/NEA) yang belum berhasil ditemukan sehingga kemampuan deteksi perlu terus ditingkatkan.
“Belum ada asteroid yang diketahui akan menghantam Bumi, tetapi pemantauan harus terus diperkuat agar ancaman dapat dideteksi sejak dini,” jelas Li dalam peringatan Hari Asteroid Internasional yang diperingati setiap 30 Juni.
Berbeda dengan sistem observasi konvensional, jaringan baru China nantinya tidak hanya menemukan asteroid, tetapi juga mampu menghitung orbit, memprediksi peluang tumbukan, hingga mengeluarkan peringatan otomatis apabila ditemukan objek yang berpotensi membahayakan Bumi.
Sistem ini akan bekerja selama 24 jam dengan mengintegrasikan data dari teleskop optik di darat dan satelit di luar angkasa. Pendekatan tersebut dinilai mampu mendeteksi asteroid yang selama ini sulit diamati, termasuk benda langit yang datang dari arah Matahari.
Tak berhenti di situ, China juga tengah mengembangkan teknologi planetary defense, yaitu sistem yang suatu saat diharapkan mampu mengubah lintasan asteroid apabila benar-benar ditemukan ancaman nyata terhadap Bumi.
Langkah tersebut melengkapi berbagai program eksplorasi luar angkasa China, termasuk misi Tianwen-2 yang saat ini bertugas mempelajari asteroid dekat Bumi untuk memperdalam pemahaman mengenai karakteristik benda langit tersebut.
Meski kabar mengenai asteroid sering memicu kekhawatiran publik, para ilmuwan menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Hingga saat ini belum ada asteroid yang dipastikan akan menabrak Bumi dalam waktu dekat.
Namun, bagi China, kesiapsiagaan jauh lebih penting daripada penyesalan. Dengan teknologi baru ini, setiap batu raksasa yang melintas di tata surya diharapkan bisa terdeteksi lebih cepat, sehingga dunia memiliki waktu untuk mengambil langkah antisipasi jika suatu hari ancaman benar-benar datang dari langit.
Singkatnya, China kini tidak hanya berlomba menaklukkan luar angkasa, tetapi juga ingin memastikan planet tempat manusia tinggal tetap aman dari ancaman asteroid di masa depan.
(Anton)

























