SUARAINDONEWS.COM, PONTIANAK — Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Barat menghadirkan layanan informasi peluang kerja luar negeri dan program peningkatan kompetensi dalam Pontianak Job Fair 2026 di Auditorium Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Kota Pontianak bersama Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Tanjungpura tersebut melibatkan 30 mitra perusahaan dan lembaga.
Dalam kegiatan ini, BP3MI Kalimantan Barat membuka booth layanan untuk memberikan informasi peluang kerja luar negeri, program SMK Go Global, konsultasi prosedur bekerja ke luar negeri, hingga fasilitasi pembuatan akun Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI).
Layanan tersebut bertujuan membantu masyarakat memahami pilihan kerja di luar negeri sekaligus mempersiapkan kompetensi dan memenuhi prosedur penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala BP3MI Kalimantan Barat, Kombes Pol. Ahmad Fadlin, mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam bursa kerja tersebut menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi peluang kerja internasional dan program peningkatan keterampilan.
“BP3MI Kalimantan Barat menghadirkan booth dalam Pontianak Job Fair 2026 agar dapat menjadi sarana informasi terkait peluang kerja luar negeri dan juga informasi terkait SMK Go Global yang memberikan pelatihan kompetensi agar masyarakat siap bekerja ke luar negeri dengan skill,” ujar Fadlin.
Selain memberikan informasi dan konsultasi, BP3MI Kalimantan Barat juga melakukan pemetaan potensi, kebutuhan pelatihan, serta minat kerja masyarakat Kota Pontianak.
Pemetaan tersebut diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program pelatihan yang sesuai dengan potensi masyarakat dan kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Melalui partisipasi dalam Pontianak Job Fair 2026, BP3MI Kalimantan Barat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan informasi dan program pelatihan yang tersedia sebelum memasuki pasar kerja internasional.
Pemahaman mengenai prosedur penempatan, disertai kesiapan kompetensi, menjadi aspek penting agar calon pekerja migran Indonesia dapat bekerja di luar negeri melalui jalur yang sesuai ketentuan dan memperoleh pelindungan yang diperlukan.
Masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri diimbau untuk mencari informasi melalui jalur resmi, memahami persyaratan penempatan, serta mempersiapkan keterampilan sesuai bidang pekerjaan yang dituju.
(Robby Bustami)

























