SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono, menyampaikan keyakinannya terhadap peran Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) dalam membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai demokrasi dan penyelenggaraan pemilu yang lebih baik.
Hal itu disampaikan Totok saat menutup kegiatan media gathering Bawaslu RI bersama insan pers di Grand Luxcamp Hotel, Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat (4/9/2026) malam.
Menurut Totok, KPP DEM sebagai organisasi wartawan yang fokus pada pemberitaan pemilu, dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Kawan-kawan koalisi pewarta pemilu dan demokrasi itu akan mampu menjadi kepanjangan tangan dari Bawaslu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang demokrasi yang lebih baik, pemilu yang lebih bermartabat,” kata Totok.
Totok juga mengaku optimistis hasil diskusi bertajuk “Refleksi Kepemimpinan Bawaslu Jelang 5 Tahun” dalam rangkaian pembukaan kegiatan media gathering pada Kamis kemarin dapat menjadi pijakan bagi Bawaslu dan insan pers dalam menghadapi dinamika kepemiluan ke depan.
Ia menyadari bahwa menjelang dan selama tahapan pemilu, masyarakat akan dihadapkan pada derasnya arus informasi yang berpotensi menimbulkan bias.
“Di tengah kebisingan pemilu tentu bias informasi itu pasti akan terjadi, tapi saya yakin minimal dengan hasil refleksi diskusi kita kemarin malam itu minimal akan menjadi penuntun kita,” tuturnya.
Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu RI itu berharap kedekatan yang terbangun antara Bawaslu dan insan pers melalui kegiatan tersebut dapat menjadi modal untuk memperkuat kerja sama ke depan.
“Karena itu kita berharap keakrapan malam ini akan menjadi bahan bakar kita untuk ke depan menjadi lebih baik,” ujar Totok.
Tantangan Jurnalisme di Tengah Maraknya AI
Lebih lanjut, Totok menyoroti tantangan baru yang dihadapi dunia jurnalistik di tengah semakin maraknya penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, kehadiran AI memang tidak dapat ditolak, namun kemudahan teknologi tersebut semestinya tidak melunturkan gaya penyampaian informasi seorang jurnalis yang kaya literasi dan mendalam.
“Kalau lewat AI berita itu hanya muncul di permukaan dan tidak dalam. Inilah tugas-tugas Koalisi wartawan yang paham pemilu memberikan bintang penuntunnya karena tidak mungkin kita hanya lewat AI, pandangan mata kita pendengaran kita, interaksi emosional secara langsung,” seru Totok.
Sebab itu, Totok meyakini wartawan yang selama ini mengikuti dan meliput aktivitas penyelenggara pemilu, khususnya KPP DEM memiliki posisi penting dalam memberikan informasi yang utuh kepada publik.
Untuk itu, Totok pun kembali menegaskan bahwa refleksi dan diskusi antara Bawaslu dengan insan pers diharapkan dapat menjadi bekal bersama dalam menghadapi Pemilu 2029
“Apalagi teman-teman yang biasa ngepost di penyelenggara pemilu itu akan sangat mampu memberikan pencerahan yang lebih baik. Karena itu, diskusi malam kemarin sekali lagi bisa menjadi bintang penuntun kita untuk pemilu yang bermartabat di 2029,” pungkasnya.
(Robby Bustami)

























