SUARAINDONEWS.COM, Tapanuli Selatan – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi penyintas bencana di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) segera dimulai.
Kepastian tersebut disampaikan saat Wapres Gibran mengunjungi hunian sementara (Huntara) di Desa Napa, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan, Jumat (4/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menemui masyarakat yang saat ini masih tinggal di Huntara. Mereka merupakan penyintas bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 dan berasal dari Desa Garoga serta Hutagodang, Kecamatan Batangtoru.
Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena hingga kini masih harus menempati Huntara. Pemerintah, kata dia, akan mempercepat pembangunan Huntap agar warga segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
“Saya pastikan, pemerintah terus melaksanakan tanggung jawabnya mempercepat pembangunan (Huntap), sehingga semua bisa dapat kepastian tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” ujar Gibran.
Pemerintah akan membangun sebanyak 699 unit rumah di atas lahan seluas 18 hektare. Lokasi pembangunan Huntap berada tepat di sebelah kawasan Huntara Desa Napa.
Selama pembangunan berlangsung, pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat yang masih tinggal di Huntara tetap diperhatikan sehingga mereka dapat menjalani kehidupan secara layak.
Gubernur Sumut Bobby Nasution turut memberikan semangat kepada para penyintas yang telah tinggal selama beberapa bulan di Huntara setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Menurut Bobby, Pemprov Sumut terus mendukung penyediaan Huntap, termasuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
“Beberapa tempat sudah ada Huntap yang selesai dibangun. Bagi yang belum, pemerintah telah berupaya secepatnya mendapatkan lahan untuk membangun. Salah satunya di sini, sehingga masyarakat mendapat kepastian untuk bisa tinggal di hunian tetap nantinya,” ujar Bobby.
Selain meninjau Huntara dan lokasi pembangunan Huntap, Gibran dan Bobby juga mengunjungi sejumlah lokasi pembangunan infrastruktur serta program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat terdampak agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal dan melakukan aktivitas ekonomi.
Bobby menegaskan, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat tinggal. Pemerintah juga perlu memastikan adanya fasilitas dan dukungan lain yang dapat membantu masyarakat kembali membangun kehidupan ekonominya.
“Yang terpenting itu masyarakat yang terdampak bencana bisa segera hidup lebih baik. Dan bisa memperbaiki kehidupan ekonominya. Karenanya yang dipikirkan bukan hanya hunian saja, tetapi faktor pendukung lainnya,” kata Bobby.
Pembangunan Huntap tersebut diharapkan memberikan kepastian tempat tinggal bagi ratusan keluarga penyintas bencana sekaligus menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Tapanuli Selatan.
(Rizki Fadillah)
























