SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali bertambah setelah Korea Aerospace Industries (KAI) Ltd. menyelesaikan pengiriman enam unit pesawat latih canggih T-50i Golden Eagle ke Indonesia. Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kontrak yang ditandatangani pada 2021 dan menjadi langkah lanjutan dalam memperkuat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Korea Selatan.
Enam pesawat tersebut melengkapi armada T-50i yang telah dioperasikan TNI AU sejak kontrak pertama pada 2011. Dengan tambahan terbaru ini, Indonesia kini memiliki 22 unit T-50i Golden Eagle. Jika digabungkan dengan 20 pesawat latih KT-1 Woongbi, maka total pesawat buatan Korea Selatan yang dioperasikan TNI AU mencapai 42 unit.
Indonesia juga tercatat sebagai pelanggan ekspor pertama pesawat T-50i, varian ekspor dari pesawat latih supersonik buatan Korea Selatan. Kepercayaan tersebut menjadi tonggak penting bagi industri pertahanan Korea Selatan sekaligus mempererat hubungan strategis kedua negara di sektor pertahanan.
Presiden dan CEO Korea Aerospace Industries (KAI), Kang Goo-young, mengatakan keberhasilan menyelesaikan pengiriman enam pesawat tersebut menjadi bukti kepercayaan Indonesia terhadap produk dirgantara Korea Selatan.
“Indonesia adalah pelanggan ekspor pertama T-50 dan tetap menjadi mitra yang sangat penting bagi KAI. Kami akan terus memperkuat kerja sama pertahanan dengan Indonesia melalui dukungan terhadap armada yang telah beroperasi serta kolaborasi di masa depan,” ujar Kang Goo-young dalam keterangan resmi KAI.
Menurut KAI, pengiriman ini bukan hanya memenuhi kontrak penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan dukungan purna jual, pemeliharaan, hingga peningkatan kemampuan operasional pesawat yang digunakan TNI AU.
T-50i Golden Eagle merupakan pesawat latih lanjut (advanced trainer) yang juga mampu menjalankan misi serangan ringan. Pesawat ini dikembangkan bersama Lockheed Martin dan dirancang untuk mempersiapkan pilot sebelum mengoperasikan jet tempur modern.
Beberapa spesifikasi utama T-50i antara lain:
- Mesin General Electric F404-GE-102 turbofan.
- Kecepatan maksimum mencapai Mach 1,5 atau sekitar 1.850 kilometer per jam.
- Jangkauan terbang sekitar 1.850 kilometer.
- Awak dua orang, terdiri atas instruktur dan siswa penerbang.
- Mampu digunakan untuk pelatihan lanjutan, latihan tempur, hingga misi serangan ringan.
Kerja sama Indonesia dan Korea Selatan di bidang pertahanan juga terus berkembang. Selain pengadaan pesawat latih, Indonesia masih terlibat dalam proyek pengembangan jet tempur KF-21 Boramae, yang menjadi salah satu program strategis industri pertahanan kedua negara. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat transfer teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional di masa depan.
Dengan bertambahnya enam unit T-50i, TNI AU diharapkan semakin siap mencetak pilot-pilot tempur yang mampu mengoperasikan pesawat generasi modern. Kehadiran armada baru ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia di tengah dinamika keamanan kawasan yang terus berkembang.
(Anton)

























