SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Masih ingat Titanic? Kapal supermewah yang kisah tenggelamnya bikin dunia merinding pada 1912 itu kabarnya bakal punya penerus! Namanya Titanic II. Kapal replika modern ini ditargetkan melakukan pelayaran perdana pada Juni 2027 dengan rute yang sama seperti kapal aslinya, dari Southampton, Inggris, menuju New York, Amerika Serikat.
Tapi tunggu dulu! Jangan buru-buru membayangkan kapal raksasa ini sudah siap berlayar. Ada fakta menarik sekaligus bikin penasaran. Hingga November 2026, belum ada konfirmasi pembangunan fisik Titanic II benar-benar dimulai. Jadi, meskipun jadwal pelayaran sudah diumumkan, kapalnya sendiri masih menjadi proyek yang harus dibuktikan realisasinya.
Proyek ambisius ini digagas miliarder Australia, Clive Palmer, melalui perusahaan Blue Star Line. Palmer ingin menghidupkan kembali kemegahan Titanic, tetapi dengan teknologi modern dan sistem keselamatan yang jauh lebih canggih.
Dalam rancangan yang diperkenalkan, Titanic II bakal memiliki panjang sekitar 269 meter, sembilan dek, dan 835 kabin. Kapal ini dirancang mampu mengangkut hingga 2.435 penumpang.
Bukan cuma tampilan luarnya yang dibuat mirip. Interiornya juga bakal membawa penumpang bernostalgia ke era kejayaan kapal pesiar awal abad ke-20.
Mulai dari Grand Staircase atau tangga besar ikonik, ruang makan kelas satu, Café Parisien, hingga kabin kelas satu, dua, dan tiga, semuanya masuk dalam konsep desain Titanic II.
Bedanya, kalau Titanic asli mengandalkan teknologi pelayaran pada 1912, versi modern ini direncanakan menggunakan sistem navigasi, komunikasi, dan keselamatan sesuai standar pelayaran masa kini.
Rutenya pun dibuat bernuansa nostalgia. Titanic II direncanakan berangkat dari Southampton, singgah di Cherbourg, Prancis, kemudian melintasi Samudra Atlantik menuju New York.
Clive Palmer bahkan pernah menggambarkan proyek ini sebagai kapal impian. Dalam pernyataannya yang dikutip Antena 3, ia mengatakan, “Titanic II akan menjadi kapal tempat mimpi-mimpi itu menjadi kenyataan.”
Namun, mimpi besar tersebut masih berhadapan dengan pekerjaan rumah yang tidak kecil.
Laporan Deck7 pada Agustus 2026 menyoroti belum adanya pengumuman resmi mengenai galangan kapal, kontrak pembangunan, pemotongan baja pertama, maupun peletakan lunas Titanic II.
Padahal, membangun kapal pesiar sebesar ini bukan seperti merakit kapal mainan. Prosesnya membutuhkan desain teknis, konstruksi bertahun-tahun, pemasangan mesin, pengujian, hingga sertifikasi keselamatan sebelum benar-benar boleh mengangkut penumpang.
Blue Star Line memang masih mempromosikan proyek Titanic II. Namun, informasi mengenai tiket, harga perjalanan, dan jadwal pelayaran yang benar-benar pasti juga belum diumumkan secara resmi.
Artinya, target Juni 2027 masih harus dibuktikan dengan perkembangan pembangunan nyata.
Kalau benar terwujud, Titanic II bakal menjadi salah satu proyek kapal paling menarik perhatian dunia. Bukan hanya karena membawa kembali nama kapal legendaris, tetapi juga karena menawarkan kesempatan merasakan kemewahan Titanic tanpa mengulang tragedi sejarahnya.
Jadi, kita tunggu saja. Apakah Titanic II benar-benar akan membelah Samudra Atlantik pada 2027, atau justru kembali menjadi proyek kapal impian yang jadwalnya terus mundur?
Satu hal yang pasti, kali ini publik bukan cuma menunggu kapalnya berlayar, tetapi juga menunggu kapan kapalnya benar-benar dibangun!
(Yulianto)
























