SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Royal Enfield mulai membawa merek motor listriknya, Flying Flea, keluar dari India. Motor listrik pertama Flying Flea, C6, akan dipasarkan secara bertahap di sejumlah kota besar Eropa dan Inggris mulai Oktober 2026.
Peluncuran dimulai dari Bengaluru, India, kemudian berlanjut ke Paris, Barcelona, Roma, Berlin hingga London. Royal Enfield menyebut ekspansi dilakukan secara bertahap dengan prioritas pada kesiapan jaringan penjualan dan layanan purnajual.
C6 akan dipasarkan melalui jaringan toko Flying Flea yang disebut perusahaan sebagai “drop zones”. Setiap lokasi dilengkapi sistem pemantauan 24 jam dan infrastruktur layanan khusus untuk mendukung operasional motor listrik tersebut.
Managing Director Eicher Motors sekaligus CEO Royal Enfield B. Govindarajan mengatakan, pengguna awal di India telah menempuh lebih dari 100.000 kilometer dalam tiga bulan pertama setelah peluncuran.
Menurutnya, C6 menjadi langkah awal Royal Enfield memasuki kategori baru mobilitas listrik, sebelum perusahaan meluncurkan produk Flying Flea lainnya.
Baterai 3,91 kWh, Jarak Tempuh 104 Km
Flying Flea C6 dibekali baterai lithium-ion berkapasitas 3,91 kWh yang ditempatkan dalam casing berbahan paduan magnesium. Sistem pendingin menggunakan udara.
Motor listriknya menghasilkan tenaga puncak 15,4 kW atau sekitar 21 PS pada 3.500 rpm dengan torsi maksimum 60 Nm.
Kecepatan maksimumnya mencapai 115 km/jam, sedangkan jarak tempuh berdasarkan pengujian WMTC mencapai 104 kilometer.
Untuk pengisian, C6 dapat menggunakan sumber listrik rumah tangga standar 16 Ampere. Sistem pengisian cepat juga tersedia melalui arsitektur tegangan tinggi.
Royal Enfield mengklaim pengisian baterai dari 20 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sedikit lebih dari 60 menit.
Pengendara dapat memilih tiga mode pengisian, yakni Rapid, Standard dan Trickle. Mode Trickle ditujukan untuk membantu menjaga daya tahan baterai.
Motor ini juga dilengkapi pengereman regeneratif, ABS cornering dan kontrol traksi.
Desain Modern dengan Sentuhan Motor Klasik
Meski mengusung teknologi listrik, desain C6 mengambil inspirasi dari Flying Flea, sepeda motor ringan Royal Enfield pada era 1940-an.
C6 menggunakan rangka eksoskeleton aluminium tempa dan garpu balok aluminium tempa. Royal Enfield menyebut konstruksi tersebut menjadi salah satu elemen pembeda desain C6 dibandingkan sepeda motor lain yang beredar saat ini.
Rumah baterai juga mendapat desain khusus dengan sirip yang menyatu menuju bentuk seperti sayap di bagian tengah. Elemen tersebut sekaligus menjadi perpaduan antara teknologi modern dan warisan desain Flying Flea.
Royal Enfield menawarkan tiga pilihan warna, yakni Flea Green, Storm Black dan Parachute White.
Untuk kebutuhan harian, C6 dilengkapi panel yang dapat dilepas dan footpeg yang bisa disesuaikan.
Bukan Sekadar Motor Listrik
Flying Flea C6 juga membawa sistem perangkat lunak Fleaware OS, sistem operasi yang dikembangkan Royal Enfield berbasis Android Automotive OS.
Sistem tersebut terhubung dengan aplikasi Flying Flea dan dirancang untuk mempelajari pola penggunaan pengendara serta menerima pembaruan perangkat lunak melalui udara atau over-the-air.
Panel instrumen menggunakan layar sentuh TFT berbentuk bulat yang dikendalikan melalui joystick serta tombol khusus home dan back.
Royal Enfield juga membekali C6 dengan cruise control, kontrol suara, tombol yang dapat diprogram, pemantauan kendaraan dari jarak jauh, navigasi terhubung dan sakelar pemutus daya.
Salah satu fitur yang diklaim perusahaan sebagai yang pertama di industri adalah rotary ride mode switch untuk memilih mode berkendara.
Mulai £5.300 di Inggris
Flying Flea C6 diposisikan sebagai motor listrik untuk mobilitas perkotaan, bukan sebagai sepeda listrik atau e-bike.
Di Inggris, harga C6 dibuka mulai £5.300, sedangkan harga di pasar Eropa mulai €5.990.
Jika menggunakan kurs sekitar Rp21.700 per pound, harga tersebut setara sekitar Rp115 juta sebelum pajak, biaya distribusi dan komponen harga lainnya di masing-masing negara.
Pengiriman pertama untuk pasar Eropa dan Inggris dijadwalkan mulai Oktober 2026.
Langkah tersebut menandai ekspansi Flying Flea sebagai merek listrik baru Royal Enfield di luar India. Perusahaan menyatakan pengembangan jaringan penjualan dan layanan akan menjadi prioritas sebelum memperluas cakupan pasar lebih jauh.
(Riana P)

























