SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Plt. Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah, S.E., M.M., menilai buku “Jejak Nurani Mengawal Perjuangan Umat” karya Wakil Ketua MPR RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (HNW), merekam konsistensi perjuangan dalam mengawal persoalan Palestina sekaligus memperkuat kesadaran konstitusional dan kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan Siti Fauziah dalam acara “Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat” yang membedah buku “Jejak Nurani Mengawal Perjuangan Umat” karya HNW di Ruang Delegasi, Lantai 2, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Menurut Siti Fauziah, buku tersebut tidak hanya mendokumentasikan perjalanan pemikiran dan pengabdian HNW, tetapi juga memperlihatkan konsistensinya dalam mengawal aspirasi umat dan bangsa, termasuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Rekam jejak beliau, baik sebagai Ketua MPR RI terdahulu maupun Wakil Ketua MPR RI selama beberapa periode ini, konsisten memberikan dukungan penuh bagi kemerdekaan Palestina. Kita sebagai bangsa Indonesia dan umat Islam tentunya terus mengarahkan dukungan tersebut kepada Palestina,” ujar Siti Fauziah.
Selain perjuangan Palestina, Siti Fauziah menilai HNW memiliki kontribusi dalam memperkuat kehidupan konstitusional dan wawasan kebangsaan. Selama pengabdiannya di MPR RI, HNW turut menginisiasi sejumlah agenda penting, antara lain pencanangan Hari Konstitusi yang diperingati setiap 18 Agustus serta penguatan program Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
“Semoga buku ini dapat memperluas wawasan kebangsaan kita, serta meneguhkan hati nurani dan nilai-nilai kebangsaan sebagai pijakan dalam memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” tambahnya.
Siti Fauziah, yang merupakan perempuan pertama yang memimpin Sekretariat Jenderal MPR RI, mengatakan kegiatan “Bicara Buku Bersama Wakil Rakyat” tidak sekadar menjadi forum untuk membedah sebuah buku. Kegiatan tersebut juga dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan dan dialog interaktif antara wakil rakyat dengan masyarakat mengenai berbagai persoalan konstitusi, kebangsaan, dan kehidupan bernegara.
“Forum ini sekaligus menjadi wadah menumbuhkan budaya membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis,” tuturnya.
Menurut Siti Fauziah, kegiatan tersebut memiliki dua fungsi penting. Di satu sisi, MPR RI dapat menyampaikan nilai-nilai kebangsaan dan konstitusional kepada masyarakat. Di sisi lain, MPR RI dapat menyerap aspirasi dan pandangan masyarakat secara langsung, khususnya dari kalangan generasi muda.
“Dengan demikian, kegiatan literasi ini berkembang menjadi sarana membangun dialog yang sehat, perspektif yang luas, dan konstruktif,” pungkasnya.
Acara tersebut turut menghadirkan Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., M.M.; Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof. Heru Susetyo, S.H., LL.M., M.Si., M.Ag., Ph.D.; serta Peneliti Center for Indonesian Reform (CIR) Jumari, M.Si.
Turut hadir Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdul Fattah AK Al Sattari, Aktivis Palestina Dr. Nurjanah Hulwani, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Sistem Informasi Setjen MPR RI Budi Muliawan, S.H., M.H., jajaran pegawai Setjen MPR RI, pustakawan dan pegiat literasi dari kementerian/lembaga, serta mahasiswa.
(Robby Bustami)
























