SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Saham produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Lucid Group (NASDAQ: LCID), melonjak hingga 25% pada perdagangan Selasa (28/7) setelah miliarder Arab Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, mengungkap kepemilikan 5% saham di perusahaan tersebut melalui dokumen resmi yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
Berdasarkan dokumen Schedule 13G yang diajukan pada 28 Juli 2026, Pangeran Alwaleed melaporkan kepemilikan sebanyak 19.513.000 saham Class A Lucid atau setara 5% dari total 390.256.808 saham yang beredar per 29 April 2026. Tanggal transaksi yang menjadi dasar pelaporan tersebut tercatat pada 23 Juli 2026.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa kepemilikan saham bersifat pasif. Pangeran Alwaleed menyatakan investasi tersebut tidak dilakukan untuk mengubah maupun memengaruhi kendali atas Lucid Group. Dengan kata lain, kepemilikan itu bukan bagian dari upaya mengambil alih perusahaan atau mengubah struktur manajemen.
Pengajuan menggunakan Schedule 13G diwajibkan bagi investor yang memiliki lebih dari 5% saham sebuah perusahaan publik dan tidak bermaksud menjadi investor aktivis.
Kepemilikan tersebut juga berbeda dengan investasi Dana Investasi Publik Arab Saudi (Public Investment Fund/PIF), yang selama ini menjadi pemegang saham terbesar sekaligus penyokong utama Lucid.
Sejak 2018, PIF telah menggelontorkan lebih dari US$9,5 miliar dalam bentuk investasi ekuitas, pembelian saham, serta fasilitas pembiayaan untuk mendukung pengembangan Lucid, termasuk pembangunan pabrik di Arizona. Pada April 2026, afiliasi PIF kembali berinvestasi melalui saham preferen konversi senilai US$550 juta, disusul fasilitas pendanaan sekitar US$800 juta untuk menjaga likuiditas perusahaan.
Selain PIF, Lucid juga mendapat dukungan dari Uber Technologies yang pada awal 2026 mengakuisisi sekitar 11,5% saham perusahaan sebagai bagian dari kerja sama pengembangan armada robotaxi berbasis SUV Gravity senilai US$500 juta.
Meski pengungkapan kepemilikan Pangeran Alwaleed tidak mengubah kondisi fundamental perusahaan, pasar merespons positif kabar tersebut. Investor menilai masuknya salah satu miliarder paling berpengaruh di Arab Saudi sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang Lucid.
Sebelumnya, Lucid tengah menghadapi berbagai tantangan. Dalam setahun terakhir harga saham perusahaan turun sekitar 77%. Perusahaan juga memangkas sekitar 18% tenaga kerja pada Juni 2026, berganti kepemimpinan di bawah CEO Silvio Napoli, serta menghadapi tantangan dalam mencapai target produksi 25.000 kendaraan akibat tingginya persediaan kendaraan.
Analis menilai lonjakan harga saham lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar dan aksi short covering dibandingkan perubahan fundamental bisnis. Tingginya posisi short seller, harga saham yang relatif rendah, serta munculnya sentimen positif dari investor besar menjadi kombinasi yang mendorong kenaikan saham Lucid secara signifikan dalam waktu singkat.
(Robby Bustami)

























