SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Berkebun ternyata bukan sekadar aktivitas buat bikin halaman rumah makin hijau. Sejumlah penelitian menunjukkan kegiatan sederhana seperti menyiram tanaman, memangkas daun, menanam, hingga merapikan kebun berkaitan dengan penurunan stres dan perbaikan suasana hati.
Bahkan, ada penelitian yang menemukan aktivitas berkebun selama sekitar 20 menit dapat memengaruhi sejumlah biomarker yang berkaitan dengan kesehatan otak.
Salah satunya adalah peningkatan brain-derived neurotrophic factor (BDNF) setelah melakukan aktivitas berkebun dengan intensitas rendah hingga sedang. BDNF bukan “hormon bahagia”, melainkan protein yang berperan dalam pemeliharaan sel saraf, pembelajaran, memori, dan neuroplastisitas.
Penelitian lain juga menemukan adanya perubahan pada metabolisme triptofan yang berkaitan dengan jalur serotonin setelah aktivitas berkebun. Karena itu, klaim bahwa berkebun dapat memengaruhi “kimia otak” punya dasar ilmiah, tetapi menyebutnya secara langsung sebagai aktivitas yang membuat otak “mengeluarkan hormon bahagia” merupakan penyederhanaan.
Manfaat berkebun terhadap kondisi psikologis juga terlihat dari penelitian mengenai hormon stres. Studi yang membandingkan aktivitas berkebun dengan membaca setelah seseorang mengalami stres menemukan keduanya dapat membantu menurunkan kadar kortisol, tetapi berkebun memberikan pemulihan suasana hati yang lebih baik.
Penelitian mengenai paparan alam juga menunjukkan waktu singkat di lingkungan hijau dapat membantu menurunkan respons stres. Sejumlah studi bahkan menggunakan durasi sekitar 20–30 menit sebagai waktu yang cukup untuk melihat perubahan pada indikator stres dan suasana hati.
Artinya, tidak ada angka sakti bahwa tepat 20 menit berkebun otomatis membuat seseorang bahagia. Durasi dan hasil penelitian berbeda-beda, tergantung jenis aktivitas, intensitas, kondisi lingkungan, serta kondisi orang yang melakukannya.
Namun, berkebun punya beberapa keuntungan sekaligus. Tubuh tetap bergerak, perhatian teralihkan dari rutinitas, seseorang berinteraksi dengan lingkungan alami, dan aktivitasnya dapat memberikan rasa puas ketika melihat tanaman tumbuh.
Bagi yang sedang penat, tidak harus langsung menghabiskan berjam-jam di kebun. Menyiram tanaman, mencabut rumput liar, memangkas daun, menanam bibit, atau sekadar mengamati tanaman selama beberapa menit bisa menjadi aktivitas sederhana untuk mengambil jeda dari rutinitas.
Jadi, kalau selama ini berkebun dianggap cuma soal tanaman, penelitian menunjukkan ada alasan lain untuk melakukannya.
Bukan berarti 20 menit berkebun adalah obat segala stres. Tapi, menyempatkan diri bergerak dan bersentuhan dengan alam bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu tubuh dan pikiran kembali rileks.
(Yulianto)

























