SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Buat yang merasa lari 5K, 10K atau maraton di jalan raya sudah terlalu biasa, ada tantangan yang levelnya bisa bikin lutut ikut mikir. Antarctic Ice Marathon 2027 resmi membuka pendaftaran untuk lomba lari di daratan utama Antartika.
Ajang yang digelar di Union Glacier, Antartika, ini menawarkan dua pilihan jarak, yakni maraton penuh 42,195 kilometer dan Frozen Continent Half Marathon sejauh 21 kilometer. Penyelenggara menyebut edisi 2027 sebagai penyelenggaraan ke-22.
Kalau maraton biasanya peserta sibuk mengejar catatan waktu, di Antartika tantangannya bukan cuma stopwatch. Pelari harus berhadapan dengan permukaan salju dan es, suhu ekstrem, angin serta kondisi cuaca yang bisa berubah.
Situs resmi Antarctic Ice Marathon mencatat suhu tipikal di lokasi sekitar minus 20 derajat Celsius. Perlombaan juga berlangsung di sekitar 80 derajat Lintang Selatan, dengan cahaya matahari selama 24 jam pada musim panas Antartika.
Lari 42 Kilometer di Atas Es
Lintasan Antarctic Ice Marathon berada di kawasan Union Glacier, pedalaman Antartika yang jauh dari permukiman.
Peserta bahkan tidak sekadar datang lalu turun dari pesawat dan langsung lari. Perjalanan dimulai dari Punta Arenas, Chile, sebelum peserta diterbangkan menuju Union Glacier menggunakan penerbangan khusus.
Penyelenggara menjelaskan rangkaian perjalanan mencakup briefing sebelum keberangkatan, penerbangan pulang-pergi menuju Antartika, akomodasi tenda dan makanan selama berada di kawasan perlombaan.
Untuk jadwal 2027, laman pendaftaran resmi saat ini mencantumkan pola jadwal yang sama dengan edisi 2026. Peserta tiba di Punta Arenas sebelum penerbangan menuju Union Glacier, kemudian perlombaan dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember. Namun, penyelenggara menegaskan seluruh jadwal penerbangan bersifat provisional karena sangat bergantung pada cuaca, kondisi lokal dan kesiapan pesawat.
Suhu Minus 20 Derajat, Angin Juga Ikut Ngegas
Antarctic Ice Marathon memang bukan lomba lari biasa.
Menurut informasi penyelenggara yang dikutip media, suhu wind chill rata-rata di lokasi sekitar minus 20 derajat Celsius, sementara angin dari arah Kutub Selatan dapat mencapai sekitar 10-25 knot.
Medannya pun bukan aspal mulus. Pelari akan berlari di permukaan salju dan es sehingga kondisi pijakan menjadi tantangan tersendiri.
Yang menarik, meski berada di Antartika, jangan berharap sepanjang jalan ada rombongan penguin memberikan dukungan.
Lokasi Union Glacier berada jauh di pedalaman benua sehingga penguin tidak hidup di kawasan lomba tersebut. Jadi, peserta benar-benar harus mengandalkan fisik, perlengkapan dan semangat sendiri.
Siapkan Rp400 Jutaan
Nah, bagian yang mungkin bikin calon peserta bukan cuma kedinginan, tetapi juga memegang kepala adalah biaya pendaftarannya.
Biaya standar Antarctic Ice Marathon 2027 mencapai US$22.500. Dengan kurs sekitar Rp17.900-Rp18.000 per dolar AS, nilainya berada di kisaran Rp402 juta-Rp405 juta.
Namun, uang tersebut bukan hanya untuk nomor peserta dan medali.
Paket pendaftaran mencakup tiket lomba, briefing di Punta Arenas, penerbangan pulang-pergi Punta Arenas-Union Glacier, transportasi bandara, makanan, akomodasi tenda selama di Antartika, bagasi hingga 25 kilogram, medali, kaus, patch, suvenir serta foto profesional.
Untuk peserta 2027, pembayaran juga dapat dilakukan secara bertahap. Pembayaran pertama sebesar US$7.500 dilakukan saat pendaftaran, pembayaran kedua US$7.500 paling lambat 1 Desember 2026, dan pembayaran terakhir US$7.500 paling lambat 1 Juni 2027.
Ada pula opsi pembayaran penuh sebesar US$21.900 untuk peserta yang memenuhi ketentuan early bird hingga 31 Desember 2026.
Bukan Cuma Modal Nekat
Penyelenggara juga mewajibkan peserta memiliki asuransi evakuasi medis darurat untuk Antartika. Asuransi perjalanan untuk pembatalan atau gangguan perjalanan juga sangat direkomendasikan.
Maklum, di tempat seperti Antartika, cuaca bukan sesuatu yang bisa diajak kompromi.
Penyelenggara menyatakan penerbangan dapat mengalami perubahan atau keterlambatan karena cuaca, kondisi lokal maupun kesiapan pesawat.
Antarctic Ice Marathon sendiri telah digelar sejak musim Antartika 2005/2006. Perlombaan kemudian pindah dari Patriot Hills ke Union Glacier pada 2010 dan sejak 2019 dioperasikan oleh Runbuk. Situs resmi penyelenggara menyebut hingga 2026 lomba ini telah mewakili peserta dari 62 negara dan teritori, dengan lebih dari 1.030 pelari yang telah menyelesaikan berbagai jarak sejak penyelenggaraan awal.
Bagi sebagian pelari, ajang ini juga menjadi bagian dari tantangan menyelesaikan maraton di tujuh benua.
Jadi, kalau lari 42 kilometer di jalan Jakarta masih terasa kurang menantang, ada pilihan lain: terbang ribuan kilometer ke selatan, memakai jaket tebal, lalu berlari di atas salju dan es dengan suhu minus 20 derajat.
Harga tiketnya? Sekitar Rp400 juta.
Harga dinginnya? Gratis.
(Agus Marwan)























