SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Aktris sekaligus aktivis kemanusiaan Angelina Jolie kembali menyoroti kondisi Gaza. Kali ini, ia menggunakan citra satelit untuk memperlihatkan perubahan kawasan tersebut setelah konflik berkepanjangan.
Melalui unggahan di media sosial, Jolie mengajak publik melihat kondisi Gaza melalui Google Earth, termasuk perbandingan citra kawasan sebelum dan setelah mengalami kerusakan.
Jolie mengutip analisis satelit United Nations Satellite Centre (UNOSAT) per 16 Juni 2026. Data tersebut menunjukkan sekitar 201.290 struktur atau 82 persen bangunan di Gaza mengalami kerusakan.
Namun, angka 82 persen tersebut tidak berarti seluruh bangunan mengalami kehancuran total. Berdasarkan klasifikasi UNOSAT, sekitar 134.422 struktur masuk kategori hancur, sementara lainnya dikategorikan rusak parah, rusak sedang atau kemungkinan mengalami kerusakan.
Gambaran tersebut memperlihatkan besarnya dampak kerusakan terhadap kawasan permukiman dan fasilitas yang menopang kehidupan masyarakat Gaza.
Hampir 2 Juta Orang Butuh Tempat Tinggal
Dalam unggahannya, Jolie juga menyoroti kebutuhan masyarakat Gaza yang terdampak kerusakan dan kehilangan tempat tinggal.
Ia menyebut sekitar 1,98 juta orang atau 94 persen populasi Gaza membutuhkan tempat tinggal dan bantuan kebutuhan dasar, terutama menghadapi kondisi yang semakin berat menjelang musim dingin.
Menurut Jolie, citra satelit memang dapat menunjukkan seberapa luas kehancuran fisik yang terjadi. Namun, gambar dari udara tidak mampu menggambarkan seluruh dampak kemanusiaan yang dialami masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan bantuan kemanusiaan, tempat tinggal sementara, kebutuhan medis dan berbagai kebutuhan dasar dapat tersedia.
Jolie juga menyerukan agar tersedia kondisi yang memungkinkan masyarakat membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit dan komunitas yang terdampak.
Kerusakan Mencapai Rumah hingga Fasilitas Publik
Data PBB menunjukkan dampak kerusakan Gaza tidak hanya terjadi pada bangunan tempat tinggal.
Penilaian Gaza Rapid Damage and Needs Assessment (RDNA) yang dilakukan PBB bersama Uni Eropa dan Bank Dunia memperkirakan kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi Gaza mencapai sekitar US$71,4 miliar dalam periode 10 tahun.
Kerusakan dan kebutuhan tersebut mencakup sektor perumahan, kesehatan, pendidikan, perdagangan, pertanian serta infrastruktur dasar.
Besarnya kebutuhan rekonstruksi menunjukkan bahwa pemulihan Gaza tidak hanya berkaitan dengan membangun kembali rumah warga, tetapi juga menghidupkan kembali layanan dasar dan aktivitas ekonomi.
Citra Satelit Perlihatkan Skala Kehancuran
Pemberitaan mengenai citra satelit Gaza kembali mendapat perhatian setelah sejumlah pembaruan citra digital memperlihatkan kerusakan di berbagai kawasan, termasuk Beit Lahiya, Beit Hanoun, Jabaliya, Shuja’iya dan Rafah.
Citra tersebut memperlihatkan perubahan kawasan permukiman dan infrastruktur dalam skala besar.
Namun, kondisi yang terlihat melalui citra satelit hanya merupakan gambaran fisik. Persoalan yang dihadapi masyarakat jauh lebih luas, mulai dari kebutuhan tempat tinggal, pangan, air, layanan kesehatan hingga pendidikan.
PBB juga memperkirakan jutaan ton puing masih berada di Gaza. Pembersihan puing menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dilakukan sebelum proses pembangunan kembali dapat berjalan secara luas.
Fokus pada Kebutuhan Warga
Pesan Jolie dalam unggahannya pada dasarnya tidak berhenti pada memperlihatkan kehancuran Gaza.
Ia menekankan bahwa perhatian dunia seharusnya diarahkan pada kebutuhan masyarakat yang masih bertahan, termasuk penyediaan tempat tinggal, bantuan kemanusiaan, obat-obatan dan fasilitas kesehatan.
Proses pemulihan juga membutuhkan akses terhadap material pembangunan dan berbagai fasilitas yang memungkinkan masyarakat kembali membangun kehidupan mereka.
Dengan demikian, citra satelit yang dibagikan Jolie menjadi salah satu cara untuk memperlihatkan skala kerusakan secara visual. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana bantuan kemanusiaan dan proses pemulihan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak.
Pada akhirnya, angka kerusakan bangunan hanya menggambarkan sebagian dari persoalan Gaza. Di balik setiap bangunan yang rusak terdapat keluarga, fasilitas publik dan komunitas yang membutuhkan pemulihan agar kehidupan sehari-hari dapat kembali berjalan.
(Agung Suhartono)























