SUARAINDONEWS.COM, MARYLAND – Di Indonesia lele identik dengan menu pecel lele favorit masyarakat. Namun di Amerika Serikat, jenis lele tertentu justru dianggap sebagai ancaman serius bagi lingkungan. Bahkan, pemerintah negara bagian Maryland rela menggelontorkan insentif hingga US$1.500 atau sekitar Rp24 juta per perjalanan memancing untuk membantu membasmi spesies invasif blue catfish (lele biru) yang menguasai perairan Teluk Chesapeake.
Program bertajuk “Reel in the Blues Bonanza” itu diluncurkan oleh Departemen Sumber Daya Alam Maryland (Maryland Department of Natural Resources/DNR). Melalui program tersebut, DNR menyediakan 100 perjalanan memancing gratis bagi masyarakat untuk menangkap blue catfish di Chesapeake Bay. Kapten kapal dan pemandu memancing yang mengikuti program akan mendapatkan penggantian biaya hingga US$1.500 untuk setiap perjalanan yang memenuhi persyaratan.
Menurut DNR, blue catfish bukan merupakan spesies asli Chesapeake Bay. Ikan yang berasal dari kawasan Sungai Mississippi, Missouri, dan Ohio itu berkembang sangat cepat setelah diperkenalkan beberapa dekade lalu. Dengan kemampuan berkembang biak yang tinggi dan pola makan yang rakus, populasinya kini menyebar luas di perairan Maryland dan mengancam keseimbangan ekosistem.
Blue catfish dikenal sebagai predator oportunistis yang memangsa hampir semua jenis organisme air. Mulai dari ikan-ikan lokal, kepiting biru (blue crab), udang, hingga belut Amerika dapat menjadi santapannya. Akibatnya, spesies asli yang memiliki nilai ekologis maupun ekonomi terus mengalami tekanan akibat meningkatnya populasi lele invasif tersebut.
Melalui program ini, pemerintah tidak hanya mengajak masyarakat ikut menangkap blue catfish, tetapi juga mendukung industri wisata memancing dan operator kapal charter lokal. Pendaftaran program dibuka mulai 24 Juni hingga 13 Juli 2026, sementara kegiatan penangkapan berlangsung sepanjang musim panas dan musim gugur. Keberhasilan program akan dievaluasi berdasarkan tingkat partisipasi masyarakat, jumlah ikan yang berhasil dipanen, serta dampaknya terhadap pengendalian populasi blue catfish.
Selain program perjalanan gratis, Maryland DNR juga menjalankan berbagai upaya lain untuk mengurangi populasi blue catfish, termasuk mendukung turnamen penangkapan ikan invasif, mengumpulkan data hasil tangkapan, serta bekerja sama dengan nelayan komersial dan berbagai pemangku kepentingan. Bahkan, di Maryland tidak ada batas musim maupun batas jumlah tangkapan bagi pemancing yang ingin menangkap blue catfish selama memiliki izin memancing yang sesuai.
Pemerintah Maryland berharap langkah tersebut mampu menekan populasi blue catfish yang terus meningkat sekaligus melindungi keanekaragaman hayati Chesapeake Bay, salah satu kawasan estuari terbesar dan terpenting di Amerika Serikat. Apabila program percontohan ini dinilai berhasil, DNR membuka peluang untuk melanjutkannya pada 2027 hingga 2028.
(Anton)
























