SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Mau makan enak di luar rumah tapi dompet tetap aman? Indonesia ternyata punya kartu as yang bikin banyak negara lain bisa melongo.
Berdasarkan kompilasi data Numbeo per Agustus 2026 yang diolah Visual Capitalist, Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan harga rata-rata makan di restoran murah paling terjangkau.
Rata-ratanya cuma US$1,70 atau sekitar Rp28 ribu sekali makan.
Eits, jangan langsung salah paham. Angka Rp28 ribu tersebut bukan berarti semua warung, restoran, atau menu di Indonesia harganya segitu. Ini merupakan rata-rata harga satu kali makan di restoran murah berdasarkan data Numbeo.
Indonesia hanya kalah tipis dari Bangladesh, yang berada di posisi pertama dengan rata-rata US$1,63 per porsi.
Sementara itu, Bolivia berada di posisi ketiga dengan US$1,73. Selisihnya dengan Indonesia juga tipis banget.
Indonesia Ngacir di Asia Tenggara
Yang bikin menarik, Indonesia bukan satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk jajaran teratas.
Vietnam menempati posisi kelima dengan rata-rata US$1,91.
Artinya, kawasan Asia Tenggara masih menjadi salah satu wilayah yang menawarkan pilihan makan di luar dengan harga relatif murah jika dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia.
Lima besar daftar tersebut adalah:
- Bangladesh — US$1,63
- Indonesia — US$1,70
- Bolivia — US$1,73
- Nigeria — US$1,85
- Vietnam — US$1,91
Setelah itu ada Nepal US$1,96, India US$2,09, Pakistan US$2,16, Aljazair US$2,72, dan Sri Lanka US$2,88.
Bule Bisa Senyum, Dompet Nggak Cepat Nangis
Buat wisatawan asing, harga makan seperti ini tentu menjadi salah satu daya tarik ketika berkunjung ke Indonesia.
Bayangkan, dengan harga rata-rata yang masih berada di kisaran puluhan ribu rupiah, wisatawan bisa menemukan banyak pilihan kuliner lokal dari warung makan, kedai hingga tempat makan sederhana.
Namun, angka tersebut tetap harus dibaca secara proporsional.
Data Numbeo merupakan perbandingan harga, bukan ukuran langsung seberapa kaya atau kuat daya beli masyarakat sebuah negara.
Sebab, harga makanan harus dilihat bersama faktor lain seperti pendapatan, upah, biaya hidup, inflasi dan harga kebutuhan lainnya.
Swiss Bikin Dompet Meringis
Kalau Indonesia masuk dua besar negara termurah, situasinya berbanding terbalik dengan sejumlah negara Eropa.
Dalam daftar yang sama, Swiss tercatat sebagai negara dengan rata-rata harga makan di restoran murah paling mahal, yakni sekitar US$31,20.
Posisi berikutnya ditempati Norwegia US$23,60 dan Denmark US$23,43.
Sementara median global berada di sekitar US$9,35.
Jadi kalau dilihat sekilas, harga rata-rata makan di Indonesia memang jauh di bawah angka median global.
Kesimpulannya sederhana: buat urusan makan di luar, Indonesia masih tergolong ramah kantong dalam peta harga dunia.
Tapi jangan buru-buru bilang makan Rp28 ribu berlaku di mana-mana. Itu angka rata-rata data internasional, bukan harga wajib satu porsi nasi di seluruh Indonesia.
(Robby Bustami)
























