SUARAINDONEWS.COM, JAKARTA — Ada-ada saja tingkah warganet Indonesia. Sebuah perusahaan software asal Jerman bernama Kontool pernah mendadak jadi bahan obrolan ramai di media sosial bukan karena teknologi canggihnya, melainkan gara-gara namanya terdengar mirip dengan kata yang punya makna vulgar dalam bahasa Indonesia.
Fenomena tersebut terjadi pada awal September 2019. Nama Kontool ramai dibicarakan warganet Indonesia hingga akun media sosial perusahaan itu dibanjiri komentar. Bahkan, tagar #kontool sempat masuk jajaran trending topic Twitter saat itu.
Padahal, Kontool sama sekali tidak dibuat untuk urusan yang dipikirkan warganet Indonesia.
Kontool merupakan perusahaan teknologi asal Jerman yang mengembangkan software untuk membantu perusahaan mengelola dan menganalisis data bisnis, termasuk laporan keuangan dan manajemen perusahaan.
Namanya Bukan Seperti yang Dipikirkan Warganet
Pihak Kontool kemudian memberikan penjelasan mengenai asal-usul nama mereka.
Nama Kontool merupakan gabungan dari kata “Konto”, bahasa Jerman yang berarti akun atau rekening, dan kata “tool” dalam bahasa Inggris yang berarti alat.
Jadi, secara sederhana, nama tersebut dimaksudkan sebagai “alat untuk akun” atau alat yang membantu pengelolaan data keuangan perusahaan.
Namun, ketika dibaca oleh orang Indonesia, bunyinya tentu punya asosiasi yang sama sekali berbeda.
Alhasil, teknologi bisnis yang sebenarnya serius malah berubah menjadi bahan candaan warganet.
Kontool Malah Ikut Ketawa
Alih-alih marah karena namanya dipelesetkan, pihak Kontool justru merespons fenomena tersebut dengan santai.
Salah satu pendirinya, Mirko Behnken, mengaku senang dengan perhatian besar dari warganet Indonesia. Ia bahkan mengatakan perusahaan tidak menyangka akan berkomunikasi dengan pasar Indonesia gara-gara viralnya nama tersebut.
Kontool bahkan memanfaatkan momentum tersebut dengan menawarkan merchandise berupa kaus bertuliskan “I love Kontool”.
Langkah tersebut membuat fenomena nama Kontool semakin ramai dibahas di media sosial.
Mau Masuk Indonesia, Nama Bakal Diganti?
Viralnya nama Kontool juga membuat muncul pertanyaan: bagaimana jika perusahaan tersebut benar-benar masuk ke pasar Indonesia?
Pihak Kontool saat itu mengakui kemungkinan perlu mencari nama baru jika produknya dipasarkan secara resmi di Indonesia.
Mereka menyadari bahwa sebuah nama produk harus disesuaikan dengan bahasa dan budaya negara yang menjadi target pasar.
Bahkan, pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika kala itu menyebut perusahaan asing pada prinsipnya terbuka masuk ke Indonesia, tetapi nama produk perlu mempertimbangkan budaya lokal agar lebih mudah diterima konsumen.
Dari Software Keuangan Jadi Bahan Guyonan
Yang menarik, Kontool sebenarnya bukan perusahaan abal-abal yang tiba-tiba muncul gara-gara viral.
Perusahaan tersebut dikenal sebagai penyedia perangkat lunak untuk membantu bisnis melakukan analisis keuangan, pelaporan manajemen, hingga pengelolaan informasi perusahaan.
Namun, di Indonesia, nama memang bisa menjadi cerita tersendiri.
Kasus Kontool menunjukkan satu hal sederhana: nama perusahaan yang terdengar biasa di satu negara bisa punya arti berbeda atau bahkan mengundang tawa ketika masuk ke bahasa dan budaya lain.
Dan dalam kasus Kontool, warganet Indonesia berhasil membuat sebuah software bisnis asal Jerman mendadak terkenal jauh dari negara asalnya.
Yang bikin lucu, perusahaannya serius, produknya serius, tapi namanya bikin warganet susah serius.
(Rizki Fadillah)

























