SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Kesehatan perempuan bukan sekadar isu layanan, tetapi penentu kualitas generasi dan kekuatan bangsa di masa depan.
“Ketika kesehatan perempuan tidak menjadi prioritas, maka yang kita pertaruhkan bukan hanya individu, tetapi masa depan bangsa,”
kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat menjadi narasumber pada talkshow di Forum Nasional Kesehatan Perempuan bertema No Woman Left Behind: Akses Setara, Layanan Setara, Layanan Unggul, Masa Depan Tangguh di kantor Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Rabu (29/4).
Berdasarkan masukan publik menunjukkan bahwa tantangan kesehatan perempuan saat ini masih terkait pada masalah pemerataan akses, penguatan literasi, serta pentingnya pendekatan yang lebih menekankan pencegahan dan deteksi dini.
Lestari berpendapat, perlu membangun paradigma baru dalam menghadapi permasalahan kesehatan perempuan dengan lebih mengedepankan upaya layanan kesehatan yang lebih preventif.
Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, langkah ke depan harus diarahkan pada perubahan yang lebih mendasar, memastikan layanan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sekaligus membangun kesadaran sejak dini melalui pendidikan dan lingkungan sosial.
“Perempuan harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan. Dari sana kualitas generasi dibentuk, dan ketahanan bangsa ditentukan,” ujar Rerie.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk menghadirkan layanan yang terintegrasi dan berdampak nyata.
“Kita membutuhkan langkah yang konsisten dan terukur, agar setiap perempuan Indonesia memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Karena di situlah fondasi Indonesia yang kuat dibangun,” pungkas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.
(Anton)




















































